Erick Thohir Akui Jiwasraya Tetap Butuh Suntikan APBN di Samping B2B

Antara · Selasa, 25 Februari 2020 - 22:07 WIB
Erick Thohir Akui Jiwasraya Tetap Butuh Suntikan APBN di Samping B2B

Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Suntikan APBN lewat penyertaan modal negara (PMN) menjadi opsi penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun, PMN hanya sebagai pelengkap.

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan penyelamatan Jiwasraya tetap diutamakan melalui business-to-business (B2B) lewat aksi korporasi.

"Opsinya kita melakukan business to business sebagai solusi tetapi tentu ada juga kebutuhan PMN. Jadi bukan dibalik loh, bukan PMN. Tapi masih diskusi," kata Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Secara B2B, Erick menyebut holdingisasi BUMN asuransi menjadi kunci. Dari skema ini, Jiwasraya bisa memperoleh dana antara Rp1,5-Rp2 triliun. Selain itu, pembentukan anak usaha Jiwasraya juga bisa mendatangkan dana Rp1-Rp3 triliun di samping nilai aset saham yang dimiliki Jiwasraya yang saat ini sekitar Rp2-Rp3 triliun.

Terkait PMN, Erick menilai nilai suntikan tersebut belum bisa dihitung dan harus dibahas bersama antara pemerintah dan DPR. Selain itu, besarannya juga tergantung dengan rencana restrukturisasi, terutama soal pembayaran polis nasabah.

"Belum bisa, tergantung mau dipercepat atau dimundurkan sesuai dengan restrukturisasi kan kalau pembayaran 4 tahun berbeda dengan 8 tahun," ujar dia.

Dalam rapat Kementerian BUMN bersama Komisi VI DPR, muncul tiga opsi penyelamatan Jiwasraya, yaitu bail-in oleh pemegang saham Jiwasraya, bail-out dari APBN, dan terakhir likuidasi alias pembubaran Jiwasraya. Opsi ini belum ada yang diputuskan.

"Masih didiskusikan di panja, nanti kan pasti juga selain ada panja yang di Komisi VI pasti ada diskusi di komisi XI," ujar pemilik Mahaka Group itu.

Meski opsi belum diputuskan, Erick menjamin restrukturisasi terus berjalan. "Restrukturisasi jalan terus yang bulan Maret ini tidak menunggu (PMN)," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah