Erick Thohir Bocorkan Rencana IPO Holding Rumah Sakit BUMN
JAKARTA, iNews.id - Holding Rumah Sakit BUMN atau PT Pertamedika Indonesia Healthcare Corporation/Pertamedika (IHC) berencana melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal itu, disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir, yang mengaku telah mendorong IHC melakukan IPO di pasar modal, setelah semua rumah sakit BUMN dikonsolidasikan beberapa tahun lalu.
"Kita lakukan salah satu negosiasi yang mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Ketika dulu yang namanya RS BUMN itu kan terpencar-pencar. Pertamina sendiri, Pelni punya sendiri, dan lain-lain punya sendiri. Standarisasi tidak sama. Ketika kita gabungkan menjadi sebuah satu kesatuan, dan kita standarin," kata Erick Thohir, dikutip Senin (17/7/2023).
Pasar modal dipandang menjadi alternatif pendanaan bagi IHC untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut Menteri BUMN, dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 280 juta jiwa, maka isu kesehatan menjadi sangat penting.
Jokowi Minta 88 Proyek BUMN Rampung Tahun 2024, Erick Thohir: Ini Prioritas Saya
"Nah ini yang kita harapkan menjadi solusi juga pelayanan masyarakat. Apalagi penduduk Indonesia yang jumlahnya 280 juta orang, isu kesehatan ini menjadi sangat penting. Itulah kenapa setelah kita standarisasi kita cari strategic partner untuk meningkatkan daripada kualitas dari pelayanan kesehatan," ungkap Erick Thohir.
Dirinya berharap, dengan transformasi bisnis Holding Rumah Sakit BUMN, termasuk melakukan go publik, mampu meningkatkan infrastruktur kesehatan di dalam negeri.
BUMN Karya dapat PMN Terbesar Tahun Depan, Erick Thohir: Jangan Ada Korupsi
Salah satu infrastruktur kesehatan yang menjadi konsentrasi pemerintah saat ini adalah Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Sanur Bali. IHC menargetkan BIH dapat beroperasi pada kuartal II 2024 mendatang.
Bali International Hospital dirancang sebagai layanan wisata medis di Indonesia. Proyek Strategi Nasional (PSN) ini dibangun di atas lahan lima hektare (ha).
"Jadi saya berharap tentu dengan transformasi kesehatan yang ada di BUMN ini juga menjadi pembelajaran kami di BUMN untuk bisa melayani kesehatan dengan baik. Karena jumlahnya sekarang sudah 23 RS, udah gitu belum kliniknya, belum apoteknya kan kita bagian dari industri kesehatan tapi jangan dikotomi seakan-akan kita ini pro asing, nggak lah, kita ini justru ingin memastikan pelayanan masyarakat baik, korporasi sehat," tutur Erick Thohir.
Editor: Jeanny Aipassa