Erick Thohir Dorong PLN Cari Investor Baru Kembangkan EBT

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 22 Oktober 2021 - 17:06:00 WIB
Erick Thohir Dorong PLN Cari Investor Baru Kembangkan EBT
Menteri BUMN, Erick Thohir dorong PLN cari investor baru kembangkan EBT. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT PLN untuk mencari investor baru dalam pelaksanaan energi baru dan terbarukan (EBT). 

Dia mengatakan, investasi baru dalam program EBT diperlukan. Namun tujuannya tidak hanya soal pendanaan, tapi juga mendorong implementasikan eco lifestyle, sebuah gagasan yang menegaskan keseimbangan antara pembagunan dan lingkungan hidup.

Di luar proyek Rencana Usaha Penyediaan tenaga Listrik (RUPTL), Erick memandang, penerapan eco lifestyle bagi masyarakat perlu dilakukan. Hal itu sudah dirapatkan antara Kementerian BUMN dan PLN. 

"Karena energi terbarukan perlu new investment. Nah, ini di rapat terakhir dengan PLN, saya sangat menekankan bagaimana PLN bersama Kementerian BUMN dan tentu kita harus mulai menata ulang terlepas ada RUPTL, tetapi memprediksi eco lifestyle yang akan terjadi di masyarakat," kata Erick, Jumat (22/10/2021). 

Kementerian BUMN pun menetapkan roadmap PLN hingga 2060 mendatang. Peta jalan tersebut untuk mendorong realisasi EBT hingga 2060. 

Dalam skema tersebut, perseroan harus menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 21 gigawatt (GW). Kemudian, 15 tahun berikutnya perusahaan menyediakan 29 GW. 

Pemegang saham juga mendorong kerja sama antara PLN dengan independent power producer (IPP) terkait kerja sama kontrak power purchase agreement (PPA) untuk listrik energi baru dan terbarukan.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan harus bertransformasi dan bekerja secara masif. Bila target tersebut berhasil direalisasikan, Erick optimistis Indonesia akan jadi negara dengan nilai kompetitif yang tinggi. 

"Itu saya rasa kerjaan yang sangat masif dan di situ pun dengan transformasi yang PLN juga, kita harus pastikan nilai kompetitif Indonesia sebagai negara produksi," ujar dia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: