Erick Thohir Sebut Transformasi BUMN Dilakukan Sebelum Pandemi Covid-19 

Suparjo Ramalan · Senin, 15 Agustus 2022 - 14:43:00 WIB
Erick Thohir Sebut Transformasi BUMN Dilakukan Sebelum Pandemi Covid-19 
Menteri BUMN Erick Thohir sebut transformasi BUMN dilakukan sebelum pandemi Covid-19 . (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, transformasi, inovasi dan efisiensi perusahaan pelat merah telah dilakukan sejak tahun pertama memimpin Kementerian BUMN. Menurutnya, sejumlah langkah transformasi sudah dilakukan pada paruh kedua 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.  

"Memang yang kita jaga Covid terjadi, tetapi sebelum Covid kita sudah melakukan transformasi, inovasi, dan efisiensi," kata Erick, Senin (15/8/2022). 

Dia mencontohkan, Kementerian BUMN mulai memperbaiki ekosistem dana pensiun (dapen) BUMN. Tercatat ada 108 dapen perusahaan pelat merah yang masih terpisah-pisah. Karena itu, diperlukan integrasi dapen untuk mengamankan aset para pensiunan BUMN dari tindakan korupsi.

Hasilnya, Erick pun menunjuk Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, Indonesia Financial Group (IFG) untuk pengelola dapen BUMN. Namun, kontribusi terbesar Erick adalah ikut mengungkap skandal megakorupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). 

Korupsi Jiwasraya telah merugikan negara Rp16,8 triliun. Sedangkan kasus Asabri merugikan negara Rp22,78 triliun.

"Seperti awalnya, contoh kita ingin melihat dana pensiun kita, harus diperbaiki, kenapa? Justru di kuartal IV 2019, saya baru menjabat, kita bersih-bersih BUMN, yang namanya Jiwasraya lalu Asabri. Itu kan penting," ujar Erick. 

Transformasi lainnya, dia menambahkan, menggabungkan Holding BUMN Farmasi dan Rumah Sakit BUMN. Meski belum terealisasi, pemerintah terus mencoba agar kedua sektor kesehatan itu dikonsolidasikan dalam satu klaster.

Menurutnya, integrasi Rumah Sakit BUMN dan Holding BUMN kesehatan akan membentuk ekosistem yang memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional. Integrasi tersebut menjadi kekuatan untuk menghalau krisis kesehatan akibat Covid-19 ke depannya.

"Lalu kita konsolidasi di kuartal IV 2019 mengenai rumah sakit BUMN yang tadinya terpencar menjadi satu dan itu turut membantu pada saat Covid, di mana jumlah tempat tidurnya 50 persen pada saat Covid, di mana pihak lain hanya berapa persen waktu itu," ujarnya.

Kemudian pemerintah pada awal 2020 telah membentuk Holding BUMN Farmasi dengan menjadikan PT Bio Farma (Persero) sebagai induknya. Sementara Kimia Farma (KAEF) dan Indofarma (INDF) menjadi anggota holding farmasi.

Tak hanya itu, Erick juga mencatat pendirian PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang merupakan gabungan atas Bank Syariah BUMN. Ini juga menjadi bukti transformasi BUMN.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda