Erick Thohir Temui Dubes dan Menteri Negara Maju demi Transformasi BUMN

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 22 Oktober 2021 - 15:19:00 WIB
Erick Thohir Temui Dubes dan Menteri Negara Maju demi Transformasi BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir temui debes dan menteri negara maju demi transformasi BUMN. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah melakukan pertemuan dengan beberapa duta besar (dubes) dan menteri sejumlah negara maju, seperti Inggris dan Jepang. Dalam pertemuan itu, Erick menawarkan kerja sama untuk mendorong realisasi program prioritas dalam transformasi BUMN

"Dalam pertemuan dengan beberapa duta besar, saya meminta mereka menjadi bagian dari transformasi yang ada di Indonesia. Seperti kemarin saya sampaikan kepada Menteri Inggris, apa kebutuhan masing-masing negara? Sama. Ketika kita ke Jepang sama Pak Pahala (Wamen BUMN Pahala Mansyuri), ayo Indonesia siap menjadi ekosistem," kata Erick, Jumat (22/10/2021).

Dia pun berharap negara-negara besar di dunia bisa mendukung transformasi BUMN dengan ketulusan hati. Pasalnya, sejumlah program yang ditawarkan tidak saja mampu mengubah Indonesia, namun juga dunia.

"Karena saya itu sangat terbuka dengan diskusi-diskusi dengan para dubes dan para menteri. Tinggal bagaimana, tadi kita berubah, dua-duanya juga berubah, kita sama-sama berubah untuk siapa? Untuk anak cucu kita, untuk dunia yang lebih sehat," ujar Erick. 

Dua tahun ke depan agenda transformasi perusahaan negara menjadi fokus utama Erick Thohir. Tercatat ada lima program penting yang harus direalisasikan.

Pertama, transformasi digitalisasi yang dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Telkomsel Tbk, salah satunya, peluncuran 5G Mining yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Freeport Indonesia dan Telkom. Inovasi tersebut merupakan langkah transformasi yang dilakukan perusahaam dalam menghadapi persaingan industri 4.0, dengan target peluncuran 5G Mining pada 2022. 

Kedua, transformasi energi baru terbarukan (EBT) yang digodok PT PLN (Persero). Di sektor ini, PLN akan menggarap pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,09 gigawatt (GW) pada 2025.

Ketiga, transformasi di sektor pertambangan yang dilakukan Holding BUMN Pertambangan. Keempat, industri pariwisata yang menjadi fokus PT PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai payung dari Holding Pariwisata dan Pendukungnya.

Transformasi yang tidak kalah pentingnya di industri pertambangan yang friendly terhadap lingkungan hidup dan tentu terakhir industri pariwisata juga menjadi komponen penting," ucap Erick. 

Kelima, transformasi di sektor pangan. Dia menggarisbawahi, Indonesia sebagai negara agraris yang seyogyanya menjadi ekosistem atau lumbung pangan dunia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: