Hal senada juga telah diungkapkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif yang menuturkan bahwa strategi hilirisasi mineral diantaranya melalui percepatan pengintegrasian supply chain antara tambang dan smelter, pengintegrasian industri pengguna bahan olahan mineral dan pengembangan industri lanjutan, serta aplikatif dari hasil pengolahan atau pemurnian mineral.
Pembangunan Smelter Alumina Capai 68 Persen, Hilirisasi Aluminium Nasional Hampir Lengkap
Arifin pun menuturkan, pihaknya mencatat, Indonesia memiliki total sumber daya timah sebanyak 7,2 juta ton bijih (SnO2) dan 2,4 juta ton Sn. Cadangan sebanyak 6,8 juta ton bijih (SnO2) dan 2,2 juta ton Sn.
"Secara umum pemakaian solder adalah pabrik elektronik, pabrik otomotif, dan pabrik semikonduktor. Pemakaian produk tin chemical adalah pabrik pipa PVC dan plastik kemasan makanan," ucap Arifin.
Mengamini pemerintah, PT TI yang merupakan anak usaha PT Timah Tbk juga menyatakan terus melakukan optimalisasi hilirisasi untuk memenuhi kebutuhan pasar global dengan memiliki 3 pabrik tin chemical dan 1 pabrik tin solder.
Kapasitas produksi yang dimiliki PT TI saat ini sebanyak 21.000 ton, yang terdiri dari pabrik tin chemical Stannic Chloride (SnCl4) dengan merek BANKASTANNIC, pabrik Dimethyltin Dichloride (DMT) dengan merek BANKASTAB DMT Series, pabrik Methyltin Stabilizer dengan merek BANKASTAB MT Series, dan pabrik Tin Solder dengan merek BANKAESA.