Fakta-fakta Sinyal Kuat Kenaikan Tarif Listrik, BBM, hingga LPG 3 Kg

Athika Rahma ยท Kamis, 14 April 2022 - 06:32:00 WIB
Fakta-fakta Sinyal Kuat Kenaikan Tarif Listrik, BBM, hingga LPG 3 Kg
Menteri ESDM Arifin Tasrif beri sinyal harga pertalite dan solar akan naik. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menaikkan harga sejumlah komoditas energi, baik tarif listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga LPG 3 Kg. Hal ini tertuang dalam strategi jangka pendek, menengah dan panjang pemerintah merespons tingginya harga minyak dunia

Tarif listrik, BBM pertalite dan solar, hingga LPG 3 Kg akan mengalami penyesuaian harga. Meski begitu, tidak dirinci kapan kenaikan harga ini berlaku. 

"Ada beberapa langkah strategis dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia yang akan kami lakukan baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/4/2022). 

Berikut penjelasan Menteri ESDM terkait penyesuaian tarif tiap komoditas energi, dihimpun MNC Portal Indonesia, Kamis (14/4/2022): 

1. Listrik

Arifin mengatakan, penyesuaian tarif listrik dilakukan sebagai bentuk penghematan APBN sebesar Rp7 triliun hingga Rp16 triliun. Selain itu, strategi ini juga merupakan bentuk respons pemerintah atas meroketnya harga minyak dunia.

"Penyesuaian atau pengurangan penggunaan BBM dan tekanan APBN di sektor ketenagalistrikan, dalam jangka pendek rencana penerapan tariff adjustment 2022 ini untuk bisa dilakukan penghematan kompensasi Rp7-Rp16 triliun," ungkapnya. 

Khusus di sektor ketenagalistrikan, dalam jangka pendek pemerintah juga akan menerapkan efisiensi biaya pokok penyediaan listrik dan strategi energi primer PLN.

Kemudian melakukan optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar sumber domestik PLTU dan PLT EBT, percepatan pembangunan PLTS Atap 450 MW, serta pembangunan pembangkit EBT dari APBN.

2. BBM

Untuk BBM, dalam jangka menengah dan panjang pemerintah akan melakukan penyesuaian harga pertalite dan solar, terkait kenaikkan harga minyak dunia. 

"Optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioethanol, BioCNG, dan lain-lain," ungkapnya dalam RDP bersama Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022).

Pihaknya juga akan melakukan pengamanan dan peningkatan cadangan operasional BBM dari 21 hari menjadi 30 hari serta manajemen stok jangka panjang.

Sementara dalam jangka pendek, pemerintah akan menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi BBM khususnya pada periode Ramadan dan Idul Fitri, lalu meningkatkan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM serta memaksimalkan fungsi digitalisasi SPBU.

3. LPG 3 Kg

Untuk LPG, pemerintah akan meningkatkan pengawasan pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum, dan uji coba penjualan dengan aplikasi MyPertamina di 34 kabupaten/kota pada 2022.

"Serta melakukan penyesuaian formula LPG 3 kg," tutur Arifin.

Kemudian untuk jangka menengah dan jangka panjang di subsektor LPG, pemerintah berencana melakukan substitusi LPG dengan kompor induksi, percepatan pembangunan jargas, perubahan subsidi komoditas menjadi subsidi langsung ke pengguna dan melakukan substitusi LPG dengan DME.

"Lalu penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi dan percepatan program Biogas," ungkap Arifin.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda