Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BI Diprediksi Kembali Pangkas Suku Bunga 25 Bps 
Advertisement . Scroll to see content

FDIC Putuskan First Republik Bank Diawasi Kurator, Bakal Menyusul Silicon Valley Bank?

Sabtu, 29 April 2023 - 14:37:00 WIB
FDIC Putuskan First Republik Bank Diawasi Kurator, Bakal Menyusul Silicon Valley Bank?
Kantor First Republic Bank di San Fransisco, California, Amerika Serikat. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat (AS) sedang bersiap menempatkan First Republic Bank (FRC.N) di bawah pengawasan kurator dalam waktu dekat. Hal itu, memicu kekhawatiran First Republic Bank akan menyusul Silicon Valley Bank yang dinyatakan bangkrut pada Maret 2023.

FDIC, Departemen Keuangan AS, dan Federal Reserve (The Fed) dikabarkan melakukan pertemuan dengan perusahaan keuangan untuk membahas kelangsungan hidup First Republic Bank, pada Jumat (28/4/2023). 

Berita tentang langkah segera untuk menempatkan First Republic dalam pengawasan kurator datang pada hari yang sama ketika Federal Reserve dan FDIC merinci penyimpangan yang terjadi pada First Republik, yang juga menyebabkan runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank padd Maret 2023.

Regulator perbankan AS memutuskan posisi First Republic Bank sebagai pemberi pinjaman regional ternyata bermasalah dan kondisinya telah memburuk, sehingga tidak ada lagi waktu untuk melakukan penyelamatan melalui sektor swasta. 

Reuters melaporkan, The Fed mengakui kelalaian dalam mengidentifikasi masalah, sehingga masalah yang dialami SVB juga terjadi pada First Republic Bank. The Fed berjanji untuk melakukan pengawasan yang lebih ketat dan aturan yang lebih ketat untuk bank.

Sumber yang berbicara secara anonim mengatakan pertemuan FDC, Departemen Keuangan AS dan The Fed berlangsung setelah saham First Republic Bank turun hampir 50 persen dalam perdagangan yang diperpanjang, pada Jumat (28/4/2023).

Saham First Republic Bank ditutup turun 43 persen, memperburuk kejatuhan saham yang nilainya telah turun sebesar 75 persen sepanjang pekan ini. Saham kehilangan lebih dari setengah nilainya dan menyentuh rekor terendah 2,99 dolar AS per saham.

Pada titik terendah, bank memiliki kapitalisasi pasar hampir 557 juta dolar AS, jauh dari penilaian puncaknya yang mencapai 40 miliar dolar AS pada November 2021.

Kejatuhan harga saham First Republic Bank juga turut menyeret beberapa saham bank regional lainnya. Saham PacWest Bancorp (PACW.O) turun 2 persen, sedangkan Western Alliance (WAL.N) turun 0,7 persen.

Jika First Republic Bank, yang merupakan bank pemberi pinjaman berbasis di San Francisco jatuh ke pengawasan kurator, maka itu akan menjadi bank AS ketiga yang runtuh sejak Maret 2023. First Republic mengatakan minggu ini simpanannya telah merosot lebih dari 100 miliar dolar AS pada kuartal I 2023.

Bank-bank besar termasuk JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan PNC Financial Services Group (PNC.N) dilaporkan berlomba-lomba ingin membeli First Republic Bank setelah disita pemerintah, paling cepat akhir pekan ini. 

Sebelummnya, bank-bank besar telah mengatur garis hidup sebelumnya untuk First Republic, menempatkan 30 miliar dolar AS dalam bentuk simpanan gabungan dari perbankan kelas berat AS, termasuk Bank of America Corp. (BAC.N), Citigroup Inc. (C.N), JPMorgan dan Wells Fargo & Co (WFC. N).

Tetapi First Republic berjuang untuk mendapatkan dukungan dari bank yang lebih besar atau firma ekuitas swasta atas langkah yang diusulkannya untuk menciptakan apa yang disebut "bank buruk" atau menjual aset seperti sekuritas dan buku hipotek. Bank-bank besar yang menempatkan deposito di First Republic Bank menolak berkomentar. 

Pada Senin (24/4/2023), First Republic Bank melaporkan pendapatan kuartal I 2023. Dalam laporan itu, bank tersebut berencana untuk mengecilkan neraca dan memangkas biaya dengan memotong kompensasi eksekutif, mengurangi ruang kantor dan memberhentikan 20 persen hingga 25 persen karyawan di kuartal kedua.

John Guarnera, analis korporat senior di RBC Bluebay Asset Management, mengatakan kasus First Republic adalah situasi yang berkembang. "Sistem bank daerah lainnya terasa seperti berada di tempat yang berbeda dari tempat FRC berada," katanya.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut