Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Jadi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif?
Advertisement . Scroll to see content

Filateli Internasional 2024 Resmi Dibuka, PosIND Berharap Prangko Indonesia Makin Populer

Kamis, 04 Juli 2024 - 10:44:00 WIB
Filateli Internasional 2024 Resmi Dibuka, PosIND Berharap Prangko Indonesia Makin Populer
PT Pos Indonesia (Persero) resmi membuka pameran dan kompetisi Filateli Internasional 2024 yang akan berlangsung selama 5 hari. (Foto: dok Pos Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

"Kami mendukung eksibisi ini dalam rangka ikut menyuarakan, mensosialisakan bahwa filateli ini merupakan hobi yang positif bagi generasi kita. Mungkin adik-adik saya, anak-anak kita sekarang tidak mengerti nih, filateli itu apa. Kita harapkan gaung ini nasional, ada filateli itu. Paling tidak mereka membaca. Dan kalau yang di Jakarta dekat-dekat sini datang. Nah itulah sebagai peran kami, sebagai BUMN untuk ikut mendukung, mencerdaskan bangsa kita," tuturnya.

Ketua Federasi Filateli Inter-Asia Prakob Chirakiti juga turut menyampaikan dukungan terhadap kompetisi dan pameran filateli ini. Dia menilai, penyelenggaraan ini akan memberikan banyak manfaat dan menyadarkan masyarakat bahwa prangko masih bernilai. Bukan lagi sebagai pelengkap surat, tapi menjadi barang koleksi yang bisa menunjukkan nilai sejarah dan budaya suatu negara.

"Sekarang, dengan teknologi modern, orang-orang mungkin berpikir bahwa prangko tidak ter-update. Tapi sebenarnya, itu masih berkembang. Meski fungsinya sudah berbeda, prangko sekarang sudah menjadi barang koleksi. Dengan prangko, orang-orang bisa melihat betapa indah negara seperti Indonesia dan hal-hal indah lainnya yang didesain dalam prangko," ujar Prakob.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Filateli Indonesia Teguh Wira Adikusuma juga mengungkapkan harapannya untuk pameran dan kompetisi filateli internasional ini. Dia optimistis pameran ini bisa menjadi sarana untuk mempopulerkan Indonesia di mata internasional.

"Untuk mempopularkan Indonesia khususnya setelah tahun 50, kita sebutnya sebagai Indonesia modern. Karena selama ini Indonesia masih terkenal di Ned Hindie waktu kolonialisme Belanda. Kita pengen lebih mempopularkan Indonesia setelah Indonesia tahun 50," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut