Gara-Gara Covid-19, AirAsia Rugi Rp3,5 Triliun

Djairan ยท Selasa, 25 Agustus 2020 - 22:44 WIB
Gara-Gara Covid-19, AirAsia Rugi Rp3,5 Triliun

AirAsia. (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - AirAsia membukukan kerugian hampir 1 miliar ringgit pada kuartal II-2020. Kerugian itu diperoleh akibat pembatasan perjalanan di tengah pandemi Covid-19.

Maskapai berbiaya rendah itu melaporkan rugi bersih hingga 992,9 juta ringgit atau sekitar Rp3,5 triliun dalam laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, AirAsia membukukan laba 17,3 juta ringgit, setara Rp60,5 miliar.

CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, kerugian besar itu diperoleh usai pendapatan maskapai anjlok 96 persen sepanjang April-Juni 2020 menjadi 119 juta ringgit.

Tony mengatakan, manajemen tengah mencari pendanaan untuk memperkuat modal AirAsia. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain pinjaman bank dan pasar modal.

“Selama lockdown, kami mengambil kesempatan untuk merestrukturisasi grup dan mengokohkan dasar bisnis. Kami memperkirakan kapasitas tidak akan kembali ke level sebelum Covid-19 dalam jangka pendek, dan semoga saja permintaan terus meningkat secara bertahap sepanjang paruh kedua tahun 2020 agar AirAsia bisa untung di tahun-tahun mendatang,” ujarnya, dilansir Bloomberg Selasa (25/8/2020).

AirAsia berharap pemulihan bisa segera terjadi. Sejumlah negara seperti Singapura dan Malaysia yang sepakat untuk membuka kembali perjalanan antara kedua negara. AirAsia, yang berbasis di Malaysia, melanjutkan penerbangan di pasar domestik sejak akhir April setelah menangguhkan operasional selama sebulan.

AirAsia sebelumnya telah mengajukan pinjaman bank di negara tempat maskapai beroperasi untuk menopang likuiditas. Sementara untuk rencana dimulainya kembali penerbangan dan mengatasi guncangan besar pada permintaan, maskapai yakin dengan modal kerja yang ada cukup untuk membiayai operasi bisnis.

Auditor AirAsia Ernst & Young, pada bulan lalu menyatakan, kemampuan AirAsia untuk melanjutkan bisnis mulai diragukan. Pasalnya,nilai kewajiban lancar perusahaan melebihi aset lancar telah terjadi sejak akhir 2019 alias sebelum adanya pandemi Covid-19.

Per 30 Juni, AirAsia memiliki kas 996,1 juta ringgit, lebih rendah dibandingkan dengan 2,59 miliar ringgit pada periode yang sama tahun lalu.

Editor : Rahmat Fiansyah