Gara-Gara Covid-19, Boeing Rugi Rp35 Triliun Hanya Dalam 3 Bulan
NEW YORK, iNews.id - Boeing rugi 2,4 miliar dolar AS, setara Rp35 triliun pada kuartal II-2020 (April-Juni). Kerugian tersebut membuat pabrikan pesawat terbang asal AS itu berencana mengurangi jumlah karyawan.
Pandemi Covid-19 membuat kondisi Boeing semakin parah. Sebelum pandemi, Boeing menghadapi persoalan serius setelah dua pesawat 737 Max jatuh dan menewaskan 346 orang.
CEO Boeing, Dave Calhoun mengakui pesanan pesawat tertekan usai perjalanan udara turun tajam. Perusahaan itu berencana mengurangi 10 persen pegawai yang mencapai 160.000 orang.
"Dengan sangat menyesal, dampak Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan pengurangan produksi dan penurunan permintaan yang berarti kami akan mengkaji lebih lanjut jumlah pegawai," kata Calhoun lewat nota kepada pegawai, dikutip dari CNBC, Kamis (30/7/2020).
Kinerja keuangan Boeing pada kuartal II-2020 lebih buruk dari perkiraan awal. Pendapatan perusahaan turun 25 persen menjadi 11,81 miliar dolar AS.
Penurunan pendapatan Boeing disebabkan penjualan pesawat komersial anjlok 65 persen. Sementara pesanan industri pertahanan terhadap Boeing masih cukup kuat sebesar 6,6 miliar dolar AS.
Calhoun pesimistis dengan prospek pemulihan ekonomi secara cepat. Dia memprediksi permintaan pesawat baru paling cepat pulih pada semester II-2021 meski sangat tergantung pada penemuan vaksin Covid-19.
Editor: Rahmat Fiansyah