Garda Protes Insentif Pengemudi Gojek Dipangkas

Rully Ramli ยท Jumat, 06 September 2019 - 08:40 WIB
Garda Protes Insentif Pengemudi Gojek Dipangkas

Ojek online. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mengaku keberatan dengan kebijakan baru Gojek yang memangkas insentif pengemudi. Asosiasi ojek online (ojol) itu berencana mengirim surat protes kepada Gojek.

Presiden Garda Igun Wicaksono mengatakan, selama ini insentif berupa bonus yang diberikan Gojek menjadi penyemangat sehingga penurunan tersebut berdampak negatif bagi pengemudi.

"Kami keberatan dengan kebijakan pemangkasan insentif bagi mitra, alasannya insentif merupakan penyemangat para driver untuk bisa mencapai target poin," kata dia kepada iNews.id, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA:

Insentif Mitra Pengemudi Dipangkas, Ini Penjelasan Gojek

Saat ini, Igun menambah, Garda tengah menunggu informasi dari rekan-rekannya di berbagai daerah terkait kebijakan ini. Sebab, ia belum mengetahui apakah aturan ini sudah berlaku di semua daerah.

"Kami masih mengumpulkan data dari berbagai daerah dan keluhan teman-teman kami dari seluruh Indonesia," ujarnya.

Apabila nanti informasi dan data sudah terkumpul, Igun memastikan akan mengimkan surat langsung kepada manajemen Gojek. Surat tersebut rencananya akan disampaikan pada awal pekan depan.

"Mungkin kami akan bersurat pada hari Senin, masih proses pengumpulan data dari berbagai daerah," kata dia.

Berdasarkan hasil pantauan Garda, sudah ada rekannya yang melakukan unjuk rasa di beberapa daerah. "Lampung dan Kalimantan Barat sudah langsung bergerak melakukan aksi protes ke kantor Gojek di daerah masing-masing," ucapnya.

Sebagai informasi, Gojek memutuskan untuk mengubah skema pemberian bonus, semula mitra pengemudi Gojek harus mengumpulkan 20 poin agar memperoleh bonus harian Rp80 ribu. Kini mereka harus mengumpulkan 25 poin, namun dengan bonus lebih sedikit sebesar Rp55 ribu.

Perubahan skema insentif tersebut dilakukan disebut untuk menjaga permintaan dan keberlangsungan ekosistem Gojek. Ini menyusul kenaikan tarif dasar dan minimum ojek online berdasarkan Permenhub 12/2019 dan Kepmenhub KP 348/2019.


Editor : Rahmat Fiansyah