Garuda Ajukan Dana Talangan Rp8,5 Triliun, DPR Nilai Tak Menyelesaikan Masalah

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 19:15 WIB
Garuda Ajukan Dana Talangan Rp8,5 Triliun, DPR Nilai Tak Menyelesaikan Masalah

Garuda Indonesia akan mendapat dana talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun untuk memperbaiki fundamental revenue dan cost perusahaan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mendapat dana talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun. Dana talangan itu berbentuk mandatory convertible bonds (MCB) atau jenis obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari suatu perusahaan penerbit obligasi.

"Dalam skema itu, pemerintah akan menjadi standby buyer. MCB kami usulan tenor 3 tahun, memberi kesempatan pada manajemen memperbaiki fundamental revenue dan cost perusahaan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (14/7/2020).

Irfan menyebutkan MCB yang diajukan ditargetkan paling lambat bisa diterbitkan pada Desember 2020. Itu bila disetujui pemerintah. Sementara dana akan dikembalikan pada 2023. Cepatnya penyaluran dana talangan penting untuk menjaga kelangsungan bisnis perseroan di tengah pandemi Covid-19.

"Dana talangan kita harapkan cair tahun ini. Mengingat Garuda membutuhkan dana likuiditas sebesar Rp8,5 triliun untuk menjaga operasional perusahaan. Ini karena okupansi masih rendah akibat Covid-19," katanya

Irfan menyebutkan dana talangan yang dibutuhkan maskapai penerbangan nasional sebenarnya mencapai Rp9,5 triliun. Namun, angka Rp8,5 triliun sudah cukup karena sisa Rp1 triliun sudah dipenuhi dari fasilitas pinjaman program ekspor khusus Rp1 triliun dan sedang diproses Kemenkeu.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI DPR Deddy Sitorus mengatakan, dana talangan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah di Garuda Indonesia. Dia menilai selain persoalan dampak yang terjadi akibat pandemi Covid-19 terdapat persoalan lain.

Menurutnya pandemi tidak hanya memberikan dampak kepada Garuda Indonesia, namun juga ekosistem penerbangan yang harus segera diadaptasi. “Mekanisme ini (dana talangan) akhirnya dipilih untuk menyelamatkan ekuitas Garuda Indonesia ya. Ini tidak hanya selesai dengan menginjeksi itu saja,” kata Deddy

Dia menjelaskan Garuda Indonesia seharusnya memperhatikan aspek keuangan, operasional, produk yang dipasarkan, dan ekosistem industri. Di mana terdapat perbaikan yang bersifat menyeluruh dan konsisten.

Editor : Dani Dahwilani