Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirut Garuda Buka Suara soal Viral Kabar Awak Kabin Patah Tulang usai Pesawat Turbulensi
Advertisement . Scroll to see content

Garuda Tanggung Selisih Harga Avtur saat Musim Haji 2022

Jumat, 10 Februari 2023 - 11:08:00 WIB
Garuda Tanggung Selisih Harga Avtur saat Musim Haji 2022
Garuda tanggung selisih harga avtur saat musim Haji 2022. (Foto: www.bombardier.com)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia Tbk harus menanggung selisih dari naiknya harga avtur pada musim Haji tahun lalu. Harga avtur saat itu lebih tinggi dari estimasi perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, dari perhitungan awal harga avtur 85 sen dolar AS per liter, namun menjelang keberangkatan haji pada Juni-Juli 2022 naik menjadi 97-98 sen dolar AS per liter. 

"Harga di hitungan tahun lalu 85 sen (dolar AS per liter), tapi pada waktu musim haji harga avtur sempat naik sampai 97-98 sen," kata dia kepada iNews.id, Jumat (10/2/2023).  

Kendati demikian, Irfan enggan menyebut nominal yang dikeluarkan perusahaan untuk menutupi selisih harga tersebut.

Adapun, kabar Garuda menambah kekurangan anggaran penerbangan haji tahun lalu diungkapkan Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi, saat rapat bersama dengan Panitia kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja BPIH) DPR, Kamis (9/2/2023). Menurutnya, saat itu PT Pertamina menyodorkan harga bahan bakar di kisaran 84,9 sen dolar AS per liter. Angka tersebut menjadi acuan dan dimasukan ke dalam rincian biaya penerbangan haji. 

"Waktu itu kita dikasih di angka 84,9 sen kalau masih ingat, itulah harga yang kita pakai untuk perhitungan kita di tahun lalu, dasar basisnya 84,9 sen," ujarnya. 

Namun menjelang keberangkatan jamaah haji, harga avtur naik hingga paling mahal mencapai 112 sen dolar AS per liter. 

"Tapi kenyataannya pada waktu Juni-Juli (2022), waktu kita melaksanakan perjalanan haji itu, dan harga avtur-nya melonjak dan paling jelek di 112 sen, jadi kita memang nanggung pada tahun lalu kenaikan itu," tutur Ade. 

"Kalau kita ambil harga rata-rata di tahun lalu, akhirnya 97-98 sen, jadi kita tahun lalu nombok sekitar 13 dolar-an," lanjut Ade.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut