Gelombang PHK, Maskapai Belanda KLM Pangkas 5.000 Pekerja

Djairan ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 21:29 WIB
Gelombang PHK, Maskapai Belanda KLM Pangkas 5.000 Pekerja

Maskapai penerbangan asal Belanda KLM Royal Dutch Airlines akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 5.000 karyawannya. (Foto: AFP)

THE HAGUE, iNews.id - Maskapai penerbangan asal Belanda sekaligus merupakan yang tertua di dunia, KLM Royal Dutch Airlines, pada Jumat (31/7/2020) mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 5.000 karyawan. Hal tersebut karena krisis akibat pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya memukul keuangan perusahaan. 

Pemangkasan tersebut akan berlangsung hingga akhir 2021, guna penghematan atas kerugian besar yang dialami KLM hingga 768 juta euro (Rp13,3 triliun). Sedangkan dalam waktu dekat, KLM akan melakukan PHK wajib yang akan mengorbankan sekitar 1.500 karyawan dari total 33.000 tenaga kerja yang ada saat ini. 

PHK ini meliputi 300 pekerja awak pesawat, 300 awak kabin, 500 staf darat dan sekitar 400 pekerjaan di anak perusahaan KLM. "Sangat sulit dan menyedihkan bagi KLM untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kolega yang begitu berharga dan berkomitmen selama ini. Total 4.500-5.000 posisi di seluruh grup KLM akan tidak ada lagi," ujar CEO KLM Pieter Elbers dikutip dari Channel News Asia Jumat (31/7/2020).

PHK tersebut akan dilanjutkan dengan sekitar 2.000 pegawai yang mengundurkan diri secara sukarela awal tahun 2021. Sementara pemangkasan lebih lanjut akan terus bergulir hingga akhir tahun depan. Meskipun saat ini KLM sudah memperoleh dana talangan dari Pemerintah Belanda sebesar 3,4 miliar euro (Rp59 triliun).

Elbers mengatakan, KLM kemungkinan terus melakukan pengurangan jumlah karyawan karena tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam bisnis penerbangan. Pihaknya memprediksi angka permintaan tidak bisa akan pulih seperti semula hingga 2023 atau 2024. 

Editor : Ranto Rajagukguk