Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut, Nelayan yang Tangkap Sampah Dapat Kompensasi hingga Rp1 Miliar

Heri Purnomo ยท Selasa, 04 Oktober 2022 - 19:33:00 WIB
Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut, Nelayan yang Tangkap Sampah Dapat Kompensasi hingga Rp1 Miliar
Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) menyiapkan kompensasi sebesar Rp1 miliar bagi nelayan yang mendukung Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut. (Foto: MPI/heri Purnomo)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) menyiapkan dana kompensasi sebesar Rp1,032 miliar bagi nelayan yang menangkap atau memungut sampah plastik di laut. 

Hal itu, merupakan bagian dari program Gerakan Nasional (Gernas) Bulan Cinta Laut, sebuah terobosan KKP untuk mewujudkan laut sehat sekaligus sebagai salah satu wujud implementasi terhadap strategi ekonomi biru. 

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa dana kompensasi tersebut akan diberikan kepada nelayan yang tidak melakukan penangkapan ikan selama satu bulan pada Oktober 2022. Mereka hanya diminta untuk menangkap atau memungut sampah di laut. 

"Ada satu program musim penangkapan ikan, itu ada satu bulan kita minta untuk kemudian berhenti untuk  menangkap ikan, tetapi menangkap sampah plastik di laut," kata Trenggono, saat konferensi pers di kantor KKP, Selasa (4/10/2022).

Dia mengungkapkan, kegiatan menangkap sampah di laut akan menggangu aktivitas nelayan, sehingga KKP membuat kebijakan khusus dengan memberikan kompensasi yang sama kepada nelayan saat meraka menangkap ikan. 

"Ketika mereka menangkap sampah plastik di laut, kami berikan harga yang sama per kilonya sepertinya ketika mereka menagkap ikan," ungkap Trenggono. 

Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan bahwa kompensasi tersebut akan diberikan kepada sekitar 1.720 nelayan yang sudah tercatat di KKP yang memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) di 14 wilayah. 

"Dari data kita, kurang lebih ada 3.000 nelayan, kita verifikasi lagi, tersisa 1.721. Nah itu mereka yang betul-betul nelayan yang  mengambil ikan pulang dan sudah terdaftar di KUSUKA," ujar Trenggono. 

Adapun mengenai penyaluran dana kompensasi tersebut, Victor mengatakan akan dilakukan melalui rekening nelayan. Hal itu karena nelayan yang sudah tercatat di KUSUKA telah memiliki rekening Bank BRI.

Kemudian terkait dengan perhitungan pembiayaan kompensasi atas tidak menangkap ikan yang dilakukan nelayan. Victor menjelaskan bahwa nantinya sampah tersebut akan ditimbang, kemudian diberikan harga sesuai dengan harga terendah ikan yang ada di wilayah mereka. 

"Misalnya di Aceh harga ikan terendah Rp3.000 per kilogram sampai Rp8.000 yaudah kita ambil tengah-tengah Rp5.000. Nah itu lebih baik dibandingkan dijual di starup seharga bisanya Rp 1.800an," tutur Trenggono. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda