Ginting Jaya Energi Bidik Bisnis dari Peralihan Operator Blok Rokan ke Pertamina

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 08 November 2019 - 13:50 WIB
Ginting Jaya Energi Bidik Bisnis dari Peralihan Operator Blok Rokan ke Pertamina

PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) berencana memanfaatkan kesempatan emas peralihan operator Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero). (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) berencana memanfaatkan kesempatan emas peralihan operator Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero). Pasalnya sebelum dikelola penuh Pertamina pada Agustus 2021, proses lelang rig baru workover dan well services (WOWS) akan dibuka pertengahan 2020.

Direktur Utama Ginting Jaya Energi Jimmy Hidayat mengatakan, perusahaannya yang fokus bergerak di bidang layanan jasa dan pengadaan rig serta kerja ulang sumur (workover) dan perawatan sumur (well services) atau WOWS ini masih mengatur strategi untuk mengambil potensi dari peralihan operator itu.

"Untuk di Chevron saat ini sendiri ada sebanyak 40 unit rig WOWS yang dikontrakkan di sana. Jadi begitu ada peralihan, artinya itu ada pembukaan lelang baru tuh dari Pertamina," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Saat ini, pihaknya memiliki 9 unit rig WOWS yang beroperasi di Sumatera Selatan. Dengan menyasar peluang emas itu, diharapkan perseroan bisa menambah 10 unit rig baru. Kemudian setelah melakukan initial public offering (IPO), pihaknya juga berniat menambah 7 unit rig baru dari dana hasil IPO.

"Kalau kita sih target mau masuk 10 unit, di luar dari 7 unit IPO," kata dia.

Rencana membidik peralihan operator Blok Rokan ini menjadi target kedua perseroan setelah memaksimalkan penggunaan dana IPO yang sebesar Rp337,5 miliar. Adapun biaya yang dihabiskan untuk menambah satu unit rig WOWS baru sekitar 3-5 juta dolar AS atau setara Rp42-70 miliar.

"So far sih dana IPO ini dulu kita maksimalkan, nanti untuk yang peralihan Chevron ke Pertamina itu goals kita yang kedua masih kita pikirin strategi untuk pendanaannya seperti apa," ucapnya.

Menurut dia, dengan melepas 750 juta lembar saham bisa meningkatkan laba bersih perseroan sekitar 15 persen pada akhir tahun. Sementara untuk tahun depan akan meningkat dua kali lipat menjadi 30 persen.

"Pendapatan kita tahun ini Rp185 miliar kalau 15 persennya artinya setara Rp50 miliar. Berarti di 2020 sekitar Rp70-90 miliar," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk