Global Mediacom (BMTR) Rilis Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahap I 2023, Bidik Dana Rp3 Triliun
JAKARTA, iNews.id - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menyelenggarakan Penawaran Umum Berkelanjutan IV (PUB IV) dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan IV Tahun 2023. Perseroan menargetkan dana masing-masing Rp1,5 triliun, atau total mencapai Rp3 triliun.
Melalui PUB IV tersebut, BMTR melakukan penawaran awal atas Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan IV Tahap I 2023 masing-masing sebesar Rp850 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUB ini bakal dialokasikan untuk keperluan pelunasan sebagian (refinancing) dari Efek Bersifat Utang yang belum dilunaskan.
Sedangkan sisanya untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari antara lain namun tidak terbatas pada pembayaran gaji karyawan, pembayaran utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional dan lain-lain.
Untuk obligasi, perseroan menawarkan surat utang dalam tiga seri yakni seri A, B, dan C, yang memiliki tenor 370 hari, 3, dan 5 tahun. Adapun kupon obligasi ditetapkan pada rentang 8,75 persen - 9,25 persen untuk tenor 370 Hari Kalender. Selanjutnya, kisaran 9,75 persen - 10,25 persen untuk 3 tahun, dan 10,75 persen - 11,25 persen untuk 5 tahun.
"Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi," kata manajemen BMTR dalam keterangan, Jumat (16/6/2023).
Sedangkan untuk Sukuk Ijarah dengan nilai sisa imbalan maksimal Rp850 miliar, BMTR juga menawarkan dalam tiga seri dan tenor yang berbeda yakni, 370 hari Kalender, 3 tahun dan 5 tahun.
Kisaran cicilan imbalan ijarah yang ditawarkan berada di rentang 8,75 persen-9,25 persen untuk tenor 370 Hari Kalender. Kemudian kisaran 9,75 persen-10,25 persen untuk 3 tahun, dan 10,75 persen-11,25 persen untuk 5 tahun. Cicilan imbalan Ijarah bakal dibayarkan sesuai tanggal pembayaran.
Peneritan dua skema permodalan ini mendapatkan hasil pemeringkatan yang cukup memuaskan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni idA+ (single A plus) dan idAsy+ (single A plus syariah).
Adapun yang bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi adalah PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT MNC Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Shinhan Sekuritas Indonesia, dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bertindak selaku wali amanat.
Masa penawaran awal (Bookbuilding) Obligasi dan Sukuk Ijarah dijadwalkan pada 15-23 Juni 2023, dan diperkirakan efektif pada 28 Juni 2023. Periode Penawaran Umum dijadwalkan pada 30 Juni 2023 sampai 3 Juli 2023. Penjatahan pada 4 Juli 2023, sedangkan pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 7 Juli 2023.
Editor: Jeanny Aipassa