Hadapi Ancaman Blokir, TikTok Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi AS

Djairan ยท Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:32:00 WIB
Hadapi Ancaman Blokir, TikTok Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi AS
Aplikasi berbagi video pendek asal China, TikTok kini semakin hangat diperbincangkan. (Foto: Ist)

WASHINGTON, iNews.id - Aplikasi berbagi video pendek asal China, TikTok kini semakin hangat diperbincangkan. Pasalnya, di tengah ancaman blokir oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, aplikasi milik ByteDance itu menjadi rebutan raksasa teknologi Negeri Paman Sam.

Bermula pada awal Agustus 2020, Microsoft yang dikabarkan mencari cara untuk mengakuisisi operasional TikTok di AS akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari Trump. Dia meminta agar Microsoft membeli seluruh saham TikTok bukan hanya minoritas, agar bisa mengatasi kekhawatiran atas kontrol pemerintah China lewat aplikasi itu

Tak berselang lama, Twitter juga menyusul Microsoft dalam upaya mendekati ByteDance untuk menyatakan minatnya dalam mengakuisisi operasi TikTok di AS. Namun, peluangnya dipandang kecil di tengah pengawasan antitrust oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

Menghadapi berbagai tawaran yang datang, Trump memberikan napas untuk ByteDance agar dapat menentukan pilihan ke perusahaan mana TikTok akan didivestasikan. ByteDance diberikan perpanjangan waktu untuk melepas bisnis di AS dalam 90 hari ke depan, dari yang semula hanya 45 hari hingga 15 September 2020, jika gagal maka TikTok akan resmi diblokir.

Tak hanya sampai di situ, perusahaan teknologi AS lainnya muncul dan ikut dalam perlombaan akuisisi tersebut. Oracle, baru-baru ini juga turut menyatakan minatnya untuk membeli operasional TikTok di wilayah Amerika, Australia dan Selandia Baru. Serupa dengan Microsoft, Oracle juga mendapatkan dukungan langsung dari Trump.

“Menurut saya Oracle adalah perusahaan yang hebat, dia dapat mengambil alih operasi TikTok di AS,” ujar Trump dalam kunjungannya ke Yuma, Arizona dikutip dari Reuters Rabu (19/8/2020).

Pernyataan itu muncul setelah Oracle bergabung dengan beberapa investor AS yang sudah memiliki saham di ByteDance, termasuk General Atlantic dan Sequoia Capital dalam mengejar tawaran untuk membeli operasional TikTok dan menyalip pendahulunya Microsoft dan juga Twitter.

Salah satu pendiri dan pimpinan Oracle, Larry Ellison, adalah salah satu dari sedikit eksekutif teknologi teratas yang secara terbuka mendukung kebijakan Trump, yang telah memerintahkan ByteDance untuk mendivestasi TikTok di tengah kekhawatiran atas keamanan data pribadi pengguna di AS.

Trump mengatakan, akan mendukung setiap upaya perusahaan AS untuk membeli operasi TikTok di Amerika. Namun dengan syarat pemerintah AS harus mendapat porsi besar dari hasil pembelian itu. Sejauh ini, AS terus meningkatkan upayanya untuk membersihkan aplikasi China yang dianggap berbahaya. Di luar TikTok, Trump juga telah mengeluarkan perintah yang akan melarang transaksi dengan WeChat milik Tencent.   

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda