Hanya Tiga Lokasi di Bali yang Dibuka untuk Wisatawan, Apa Saja?

Advenia Elisabeth ยท Senin, 18 Oktober 2021 - 13:58:00 WIB
Hanya Tiga Lokasi di Bali yang Dibuka untuk Wisatawan, Apa Saja?
Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. (Foto: Istimewa0

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah bali menyatakan hanya tiga lokasi di Bali yang dibuka untuk wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal itu, harus menjadi perhatian wisatawan agar tak kecele atau kecewa saat berwisata ke Bali. 

Menurut Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, walaupun pemerintah sudah mengizinkan Bali membuka pintu bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, tetapi lokasi wisata akan dibuka secara bertahap. 

Dia menjelaskan, hanya lokasi wisata yang memenuhi syarat, yang akan diprioritaskan untuk menerima kunjungan wisatawan. Hal itu, dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus Covid-19 di Bali. 

Terkait dengan itu, pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menetapkan tiga lokasi wisata yang menjadi prioritas tujuan berwisata turis asing maupun lokal, yaitu Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Pasalnya tiga lokasi ini berstatus zona hijau. 

"Dengan penetapan tiga lokasi zona hijau untuk destinasi wisata di Bali itu, maka akan membuat para turis, baik lokal maupun mancanegara, merasa aman berlibur di Bali," kata Tjok Oka, saat diskusi di Market Review, Senin (18/10/2021).

Selain lokasi wisata, lanjutnya, Pemprov Bali juga mensyaratkan tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi wisatawan hanya yang telah memenuhi syarat. 

Ada dua syarat yang ditetapkan, yaitu tempat wisata (baik hotel, restoran, maupun obyek wisata) telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan memenuhi stadar sertifikat CHSE. 

"Kami tidak mau mengambil resiko baik terhadap masyarakat Bali maupun wisatawan itu sendiri. Jadi yang kami prioritaskan adalah tempat wisata yang sudah memenuhi sertifikat CHSE dan menggunakan aplikasi," ujar Tjok Oka.

Dia mengungkapkan, prosedur ketat itu ditetapkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, dan kemungkinan masuknya varian baru Covid-19 dari luar negeri. 

Pasalnya, walaupun masyarakat Bali sudah 99 persen sudah divaksin, namun angka tersebut baru pencapaian yang di dalam target. Sebab dari 4,2 juta penduduk Bali, baru 3,4 juta orang yang sudah menerima vaksin. 

Oleh karena itu, pemerintah Bali hanya akan memprioritaskan tempat wisata yang masyarakatnya didominasi oleh lingkup masyarakat yang sudah tervaksinasi.

"Walaupun sekarang sudah hampir 100 persen masyarakat bali sudah divaksin, tentu juga ada yang di luar target. Karena 70 persen dari yang ditargetkan di Bali itu baru 3,4 juta dari 4,2 juta penduduk Bali. Sehingga kami akan memprioritaskan daerah-daerah yang paling kecil kemungkinan menularkannya ataupun ditularkan," tutur Tjok Oka.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: