Harga Batu Bara Acuan Desember Anjlok usai Cetak Rekor, Ini Penyebabnya

Oktiani Endarwati ยท Rabu, 08 Desember 2021 - 16:52:00 WIB
Harga Batu Bara Acuan Desember Anjlok usai Cetak Rekor, Ini Penyebabnya
Harga batu bara acuan Desember anjlok usai cetak rekor, ini penyebabnya. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) Desember 2021 sebesar 159,79 dolar AS per ton. Harga ini turun 55,22 dolar AS per ton dibandingkan HBA bulan sebelumnya, yang mencetak rekor baru 215,01 dolar AS per ton sejak 2009.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, penurunan HBA bulan ini dipengaruhi intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batubara domestiknya.

"Pemerintah China telah meningkatkan produksi batubara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batubara domestik Tiongkok serta kebijakan pengaturan harga batubara oleh pemerintah setempat," kata dia, Rabu (8/12/2021).

Agung menjelaskan, penurunan HBA bulan ini juga disebabkan masih berlangsungnya krisis energi, diikuti naiknya harga komoditas energi fosil di luar batubara. 

"Peralihan penggunaan batubara global akibat melonjaknya harga gas dan minyak bumi mulai ter-recovery," ujar dia.

Penurunan HBA Desember merupakan kali pertama setelah hampir sepanjang tahun ini harga batubara mengalami lonjakan, terutama sejak Maret.

Dibuka pada level 75,84 dolar AS per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada Februari menjadi 87,79 dolar AS per ton, sempat turun di Maret 84,47 dolar AS per ton. Selanjutnya terus mengalami kenaikan secara beruntun hingga November 2021 pada angka 215,01 dolar AS per ton. 

Pada April HBA di angka 86,68 dolar AS per ton, Mei 89,74 dolar AS per ton), Juni 100,33 dolar AS per ton, Juli 115,35 dolar AS per ton, Agustus 130,99 dolar AS per ton, September 150,03 dolar AS per ton, dan Oktober 161,63 dolar AS per ton.

Sebagai informasi, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen, dan Ash 15 persen.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro. Adapun HBA Desember akan dipergunakan untuk penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama satu bulan ke depan. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: