Harga Bitcoin Tumbang, Terburuk Sejak 2013

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 22 Desember 2017 - 19:43:00 WIB
Harga Bitcoin Tumbang, Terburuk Sejak 2013
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

LONDON/TOKYO, iNews.id – Mata uang digital yang tengah digandrungi investor, Bitcoin ambruk hingga berada di bawah 13.000 dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (22/12/2017) atau yang terburuk sejak April 2013.

Penurunan tersebut membuat sepertiga nilai Bitcoin lenyap hanya dalam waktu lima hari saja setelah mencetak rekor 20.000 dolar AS pada hari Minggu (22/12/2017).

Mata uang digital paling populer itu mencatat kenaikan spektakuler sejak awal tahun dari mulai di bawah 1.000 dolar AS hingga mencapai 19.666 dolar AS di bursa Bitstamp dan lebih dari 20.000 di bursa lainnya pada hari Minggu.

Setelah mencetak rekor pada hari itu, nilai Bitcoin terus menurun setiap harinya dengan penurunan tercepat pada hari ini.

“Ayunan ke atas yang didorong oleh sebuah kelompok akan diikuti oleh penurunan saat sentimen emosional berubah. Banyak trader yang sudah menunggu-nunggu koreksi tajam ini,” kata Charles Hayter, Pendiri sekaligus CEO Cryptocompare, dikutip dari Reuters, Jumat.

“Momen akhir tahun yang sudah di depan mata membuat banyak investor melakukan aksi ambil untung dan mengucapkan terima kasih banyak, kemudian mereka tutup buku untuk berlibur,” ucapnya.

Sejumlah peringatan tentang risiko berinvestasi di pasar yang volatil dan tidak ada aturan ini sudah disuarakan oleh berbagai otoritas pemerintah. Gubernur bank sentral Denmark bersuara paling keras dan menyebut Bitcoin sebagai judi yang mematikan.

Bursa mata uang digital asal Korea Selatan, Youbit menyatakan pada hari Selasa (19/12/2017), mereka sudah resmi tutup dan mengajukan pailit setelah diretas untuk kedua kalinya.

Data Coinmarketcap menyebutkan, nilai pasar mata uang digital anjlok dari 650 miliar dolar AS menjadi 480 miliar dolar AS hanya dalam waktu sehari.

Meski nilai Bitcoin jatuh, mata uang digital lain justru memperlihatkan penguatan pada minggu ini. Para investor yang menilai harga Bitcoin sudah terlalu tinggi memindahkan dananya ke mata uang digital lain daripada mencairkan seluruhnya.

Nilai mata uang digital terpopuler kedua setelah Bitcoin, Ethereum naik dari 500 dolar AS menjadi hampir 900 dolar AS hanya dalam seminggu. Ripple yang popularitasnya satu tingkat di bawah Etherium, juga mencetak kenaikan empat kali lipat sejak Senin (18/12/2017).

“Banyak dana yang mengalir dari Bitcoin masuk ke koin digital lainnya,” kata Shane Chanel, penasihat saham dan derivatif di ASR Wealth Advisers, yang berbasis di Sydney.

Sementara Stephen Innes, Kepala Investasi FX Broker Oanda yang berbasis di Singapura menyebut ada pula perpindahan dari Bitcoin ke Bitcoin Cash, kloningan Bitcoin.

Bitcoin diketahui memiliki pergerakan yang sangat liar. Pada November, nilainya sempat turun 30 persen hanya dalam waktu empat hari dari 7.888 dolar AS menjadi 5.555. Pada September, Bitcoin juga tercatat merosot 40 persen dari 4.979 ke 2.972.

“Trading di Bitcoin mirip dengan judi, jadi pergerakannya tidak mengikuti pola yang logis. Tidak seperti saham dan obligasi, sulit menghitung imbal hasil atau keuntungan dari Bitcoin, jadi membelinya bisa disebut judi daripada investasi,” kata Takashi Hiroki, Chief Strategist Monex Securities yang berbasis di Tokyo.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel: