Selain bisnis emas, unit nikel Antam juga diproyeksikan mengalami peningkatan produksi setelah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.
Analis memperkirakan harga bijih nikel tetap berada di level premium karena pasokan terbatas, sementara smelter dalam negeri terus beroperasi dengan kapasitas tinggi.
RHB juga menyoroti keterlibatan ANTM bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan LG Energy Solution dalam proyek pengembangan baterai kendaraan listrik senilai 15 miliar dolar AS.
Proyek ini dinilai menjadi bagian dari diversifikasi bisnis nikel untuk mendukung rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.
Target Saham
Dalam analisa, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga baru ANTM senilai Rp3.800 per saham
Secara valuasi,RHB mengestimasi saham ANTM diperdagangkan pada rasio EV/EBITDA sekitar 7 kali untuk 2025, di bawah target 9 kali.
Dengan proyeksi pertumbuhan laba dan kondisi keuangan yang solid, RHB memperkirakan dividen yield ANTM mencapai sekitar 8 persen pada 2026 mendatang.
Editor: Puti Aini Yasmin
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku