Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Terdakwa Kasus Jual Beli Gas Divonis 6 dan 5 Tahun Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Harga Gas Industri Diturunkan, Kinerja PGN Bisa Alami Tekanan

Sabtu, 08 Februari 2020 - 19:06:00 WIB
Harga Gas Industri Diturunkan, Kinerja PGN Bisa Alami Tekanan
Dampak penurunan harga gas industri terhadap kinerja PT PGN Tbk diprediksi cukup besar. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dampak penurunan harga gas industri terhadap kinerja PT PGN Tbk diprediksi cukup besar. Bahkan, diperkirakan PGN sebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa saham, kinerja sahamnya bisa akan terus mengalami tekanan.

Hal itu diungkapkan Kepala Riset Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing di Jakarta. “Perlu dipahami bahwa korelasi antara indeks harga saham, di mana PGN sebagai perusahaan publik (terbuka) dengan investasi langsung dari luar negeri (Foreign Direct Investment/FDI) sangat tinggi,” kata Sebastian dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2020)

Sebastian menjelaskan, investor bursa yang memiliki saham PGN di pasar bursa akan mengalami banyak kerugian. Kondisi ini akan sangat memengaruhi investor saham yang memiliki saham di sejumlah BUMN lainnya.

“Para investor butuh kepastian investasi, baik investasi secara langsung atau yang melalui pasar bursa dan sebagainya. Ini logika sederhana, jika pemerintah saja bisa memperlakukan BUMN secara semena-mena dengan memangkas keuntungan badan usaha, bagaimana dengan swasta?” ujar dia.

Sebastian bercerita, tahun lalu ketika PGN akan menaikkan harga jual gas industri, perseroan telah memberi tahu kalangan industri beberapa bulan sebelumnya. “Ironisnya, sehari sebelum pelaksanaan kenaikan harga, pemerintah langsung membatalkan rencana kenaikan harga tersebut,” ujar dia.

Dia menambahkan, di satu sisi bukan jaminan pula jika harga gas industri diturunkan maka industri akan langsung tumbuh dengan pesat. “Tidak ada yang bisa jamin jika harga gas industri turun maka otomatis industri akan meningkat,” tutur Sebastian.

Terkait soal analisa perkembangan saham emiten berkode PGAS ini, Sebastian memberikan sebuah ilustrasi. Saat ini spread rata-rata harga gas PGN adalah 2,32 dolar AS per MMBTU.

“Jika spread-nya diturunkan menjadi 2 dolar AS per MMBTU, maka pada tahun ini EBITDA perseroan akan turun menjadi USD 914 juta, lalu laba bersih hanya 187 juta dolar AS, dan target harga (target price/TP) saham PGN akan turun menjadi Rp1.500 per lembar saham,” kata Sebastian.

Spread adalah selisih antara harga beli gas dengan harga jual gas. Kondisi PGN akan terus tertekan jika spread-nya menjadi USD 1,5 per MMBTU. “EBITDA-nya akan turun lagi menjadi 749 juta dolar AS, laba bersih 91 juta dolar AS, dan TP menjadi Rp800 per lembar saham,” ujar dia.

Sebastian memastikan, jika spread PGN kembali terkoreksi menjadi di bawah 1 dolar AS per MMBTU maka Price Earning/PE (analisis fundamental yang menggambarkan seberapa besar investor menilai/menghargai suatu saham) dapat tinggal satu digit dan saham PGAS bisa terjun bebas di level Rp 460 per lembar saham.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut