Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 116 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya
Ibrahim menuturkan, meningkatnya risiko geopolitik membuat pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan gangguan produksi dan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah yang merupakan salah satu pemasok utama energi dunia.
“Pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Sedikit saja ada eskalasi, harga minyak langsung merespons naik,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia menilai lonjakan harga minyak akan berdampak luas terhadap perekonomian global, termasuk meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar beban impor energi bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Kenaikan harga minyak juga berpotensi memicu efek domino terhadap sektor lain, mulai dari transportasi hingga harga barang dan jasa. Hal ini dapat memperbesar tekanan terhadap daya beli masyarakat jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar dan pemerintah diimbau untuk mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan harga energi global, mengingat volatilitas diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Editor: Aditya Pratama