JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi pada perdagangan pagi ini, Kamis (1/9/2022). Penurunan ini didiorong sentimen kenaikan persediaan dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global alias resesi yang mengancam permintaan minyak.
Data perdagangan hingga pukul 10:00 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November mengalami koreksi 0,43 persen menjadi 95,23 dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober turun 0,38 persen sebesar 89,21 dolar AS per barel.
Inflasi Terkendali, Bapanas Terus Perkuat Program Intervensi Pangan
Volatilitas harga minyak belakangan ini terjadi menyusul kekhawatiran pasar terkait pasokan yang tidak memadai dalam beberapa bulan setelah agresi militer Rusia ke Ukraina. Selain itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) juga tengah fokus untuk meningkatkan produksi mereka.
Baik OPEC dan Amerika Serikat (AS) terus memacu produksi mereka ke level tertinggi sejak awal pandemi berlangsung. Dalam catatan Reuters, dikutip Kamis (1/9/2022), produksi OPEC mencapai 29,6 juta barel per hari (bph) dalam sebulan terakhir.
Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 September, Segini Harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite
Sedangkan produksi minyak AS juga menanjak menjadi 11,82 juta bph pada Juni. Keduanya berada di level tertinggi sejak April 2020.
Pertamina Hemat Anggaran Rp6 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Geliat aktivitas produksi juga sejalan dengan adanya pembatasan industri di China akibat infeksi baru Covid-19, ditambah gelombang panas yang terburuk dalam beberapa dekade. Kedua hal tersebut dapat memukul jatuh reli harga minyak yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Editor: Aditya Pratama
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku