Harga Minyak Perpanjang Penurunan, Brent Dijual 33,22 Dolar AS per Barel
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak memperpanjang penurunan pada Kamis (12/3/2020) waktu setempat karena pasar berada di bawah tekanan besar di tengah sejumlah kabar buruk.
Mengutip Xinhua, Jumat (13/3/2020), minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun 1,48 dolar AS menjadi 31,50 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 2,57 dolar AS menjadi 33,22 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Analis energi di Commerzbank Research Carsten Fritsch mengatakan, pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang larangan 30 hari pada warga asing dari Eropa, kemungkinan memiliki dampak negatif pada permintaan energi.
Trump mengatakan akan menghentikan sementara semua perjalanan dari negara-negara Eropa kecuali Inggris selama 30 hari dalam upaya untuk memerangi wabah virus korona yang sedang berlangsung.
Dolar AS Menguat, Didukung Pelemahan Euro
Harga minyak juga dihadapkan dengan beberapa hambatan dari sisi pasokan. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, gagal mencapai kesepakatan mengenai pengurangan produksi minyak pekan lalu.
Menyusul penolakan Rusia terhadap proposal pengurangan produksi, Arab Saudi, anggota utama OPEC, membalas dengan memangkas harga minyaknya sambil mengumumkan rencana untuk menaikkan produksi.
Uni Emirat Arab juga mengatakan akan meningkatkan produksi minyaknya menjadi 4 juta barel per hari pada bulan April. Sementara itu, Irak dan Kuwait telah menurunkan harga jual mereka, mengikuti jejak Arab Saudi.
Untuk pekan yang berakhir 6 Maret, persediaan minyak mentah komersial AS (tidak termasuk dalam Cadangan Minyak Strategis) meningkat sebesar 7,7 juta barel dari minggu sebelumnya, Administrasi Informasi Energi AS melaporkan pada Rabu.
Editor: Ranto Rajagukguk