Di Bawah Tekanan Militer, Venezuela Dipaksa Buka Ladang Minyak untuk AS
WASHINGTON, iNews.id - Venezuela akhirnya membuka ladang minyaknya untuk Amerika Serikat (AS) setelah berada di bawah tekanan militer dan politik yang intens dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kesepakatan ekspor minyak mentah senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,6 triliun menjadi sinyal kuat bahwa Karakas tak lagi memiliki banyak pilihan selain menuruti tuntutan Washington.
Trump mengumumkan Venezuela akan mengekspor antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi AS. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, namun hasil penjualannya tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah Venezuela.
“Uangnya akan dikendalikan oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” ujar Trump, dalam posting-an di Truth Social, Rabu (7/1/2026).
Kesepakatan ini datang setelah AS meningkatkan tekanan terhadap Karakas, termasuk ancaman serangan militer lanjutan jika Venezuela menolak membuka akses penuh bagi perusahaan energi AS.
Trump secara terbuka mendesak Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk memberikan akses luas kepada perusahaan minyak AS, baik milik negara maupun swasta.