Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kekayaan 5 Miliarder Ini Anjlok Rp617 Triliun Imbas Perang di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Hari Guru, Ini 5 Miliarder yang Awalnya Berprofesi Jadi Pengajar

Senin, 25 November 2019 - 11:07:00 WIB
Hari Guru, Ini 5 Miliarder yang Awalnya Berprofesi Jadi Pengajar
Executive Chairman Alibaba, Jack Ma. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

3. Byju Raveendran

Byju merupakan orang kaya baru di India. Pria 39 tahun ini menjadi miliarder dengan harta Rp27 triliun setelah mengembangkan aplikasi belajar yang disokong oleh sekelompok investor, termasuk Mark Zuckerberg.

Lulusan teknik mesin Government Engineering College Kerala ini lahir dari keluarga guru. Ayahnya guru fisika sementara ibunya mengajar matematika. Byju memilih menjadi tutor profesional yang membantu calon MBA memecahkan masalah matematika.

Kelihaiannya di bidang matematika membuat dirinya sangat populer hingga memiliki 20 ribu murid. Dia mulai merekam saat mengajar dan kemudian membuat aplikasi pada 2011. Aplikasinya populer hingga dibiayai Zuckerberg dan kini bekerja sama dengan Harvard University.

4. Gary Tharaldson

Tharaldson adalah orang terkaya di North Dakota AS dengan harta sekitar Rp14 triliun. Lulus dari North Dakota State University jurusan dual degree (administrasi bisnis dan olahraga) membuatnya menjadi guru olahraga.

Tharaldson sempat berganti pekerjaan menjadi agen asuransi sebelum akhirnya berbisnis real estate pada 1982. Dia awalnya membeli motel hingga menjadi puluhan hotel. Bisnis tersebut mengantarkannya menjadi satu-satunya miliarder di North Dakota.

5. Liu Yachao

Pada tahun ini, Liu mencatatkan dirinya sebagai orang terkaya nomor 336 di China dengan harta lebih dari Rp16 triliun. Saat ini, dia menjabat sebagai COO di TAL Education Group, salah satu perusahaan pendidikan terbesar di China.

Liu yang kini berusia 37 tahun ikut mendirikan TAL dan menjadi guru matematika. Kariernya terus naik di perusahaan itu hingga menjadi direktur. Dia juga mengempit 4,7 persen saham di perusahaan tersebut.

Tren masyarakat China yang belanja rata-rata Rp600 juta per tahun untuk kursus membuat TAL semakin besar. Tingginya tingkat permintaan tersebut membuat valuasi TAL saat ini mencapai hampir Rp300 triliun.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut