Hasil Tangkapan Nelayan Indonesia Tembus Pasar Kanada, Raup Rp11,429 Miliar

Advenia Elisabeth ยท Kamis, 25 November 2021 - 18:59:00 WIB
Hasil Tangkapan Nelayan Indonesia Tembus Pasar Kanada, Raup Rp11,429 Miliar
Olahan hasil tangkapan nelayan yang dikelola PT Aruna Jaya Nuswantara. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Hasil perikanan Indonesia kembali menembus pasar dunia. Kali ini berasal dari hasil tangkapan nelayan yang dikelola PT Aruna Jaya Nuswantara yang diekspor ke Kanada. 

Chief Sustainability Officer PT Aruna Jaya Nuswantara, Utari Octavianty, mengungkapkan nilai ekspor tangkapan nelayan ke Kanada mencapai 800.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp11,429 miliar. 

PT Aruna Jaya Nuswantara (Aruna) merupakan perusahaan rintisan teknologi yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Aruna memberdayakan 20 ribu nelayan di 30 titik lokasi tersebar di 13 provinsi. 

Perusahaan ini juga membangun platform digital untuk mendata hasil tangkapan agar nelayan mendapatkan harga yang transparan dan hasil laut yang dapat dilacak.

"Aruna mengekspor hampir 70 persen produknya berupa lobster, kepiting, rajungan, tuna, mackerel, red snapper, udang vaname dan lainnya dengan tujuan pasar Amerika Serikat, RRT, Singapura, Jepang, Timur Tengah, dan Kanada," kata Utari, dalam keterangan, Kamis (25/11/2021).

Seluruh produk Aruna telah memenuhi standar pasar internasional, seperti Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), dan telah menerapkan pengelolaan perikanan yang ramah terhadap ekosistem kelautan.

Adapun total ekspor dengan merek sendiri ke pasar Kanada saat ini telah mencapai 34 juta dolar AS, dengan estimasi total nilai ekspor mencapai 6-7 juta dolar AS per tahun. 

Perusahaan ini mengekspor produk kepiting, udang, dan tuna senilai 30-40 juta dolar AS per tahun ke pasar AS dan lobster ke pasar RRT sebesar 8,5 juta dolar AS per tahun.

Saat ini kesanggupan pasok ke pasar Kanada yang berkisar 1-2 kontainer per bulan hanya mampu memenuhi sepertiga permintaan existing buyer.

“Angka ini akan terus berkembang seiring dengan target penambahan titik nelayan menjadi 65 pada 2022, serta pembukaan kantor operasional di kawasan Amerika Utara,” ujar Utari. 

Selain nelayan, lanjut Utari, Aruna juga memberdayakan para istri nelayan sebagai pengolah hasil tangkapan di desa mereka. Mereka bertugas membantu mengupas, membersihkan, dan menimbang hasil tangkapan sehingga dapat memiliki pendapatan tambahan.

“Hal ini adalah wujud komitmen Aruna dalam peningkatan ekspor komoditas perikanan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan. Aruna menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui inovasi teknologi dengan berfungsi sebagai one-stop-shop aggregator rantai pasok end-to-end,” jelas Utari.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi, mengatakan ekspor Indonesia di masa pandemi ini, justru menunjukkan grafik yang terus meningkat.

Secara bulanan, lanjutnya, ekspor Indonesia pada Oktober 2021 kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu mencapai USD 22,03 miliar. 

Selain itu, dari sisi negara tujuan dan produk ekspor nonmigas, hampir seluruh negara tujuan utama dan seluruh produk utama juga tumbuh positif selama periode Januari-Oktober 2021, termasuk produk perikanan.

“Indonesia berhasil memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi ini dengan baik, terbukti dari nilai ekspor menunjukkan pergerakan yang kian positif dari bulan ke bulan. Untuk sektor perikanan, Indonesia juga mencatat peningkatan yang signifikan,” tutur Didi.

Berdasarkan data Kemendag, ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global periode Januari-September 2021 tercatat sebesar 2,48 miliar atau meningkat 4,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia antara lain AS (dengan pangsa 37,65 persen), RRT (20,57 persen), Jepang (10,93 persen), Vietnam (3,73 persen), dan Malaysia (3,73 persen).

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: