Hindari PHK, British Airways Potong 20 Persen Gaji Seluruh Pilot

Djairan ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 14:13 WIB
Hindari PHK, British Airways Potong 20 Persen Gaji Seluruh Pilot

Maskapai penerbangan British Airways mencapai kesepakatan dengan Asosiasi Pilot Maskapai Inggris (Balpa) untuk memotong 20 persen gaji seluruh pilot. (Foto: AFP)

 LONDON, iNews.id - Maskapai penerbangan asal Inggris, British Airways mencapai kesepakatan dengan Asosiasi Pilot Maskapai Inggris (Balpa) untuk memotong 20 persen gaji seluruh pilot. Keputusan tersebut menjadi pilihan untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurut kesepakatan tersebut, pilot akan menerima pemotongan gaji awal sebesar 20 persen, lalu dikurangi menjadi 8 persen selama dua tahun mendatang dan kemudian kembali pada besaran gaji semula dalam jangka panjang yang masih belum dapat dipastikan.

"Anggota kami telah membuat keputusan pragmatis dalam situasi sulit ini, tetapi kenyataanya bahwa kami tidak dapat membujuk British Airways untuk menghindari pemangkasan karyawan di jenis pekerjaan lainya," ujar Sekretaris Jenderal Balpa Brian Strutton dikutip dari BBC pada Minggu (2/8/2020).

British Airways mengatakan, menghadapi tantangan besar dan sepertinya akan sangat sulit untuk kembali ke kondisi seperti sebelum adanya pandemi Covid-19, setidaknya sampai 2023. Pihak maskapai telah mengusulkan untuk memangkas sebanyak 12.000 pekerjaan secara keseluruhan atau sekitar 30 persen dari total sebagai langkah penghematan.

Balpa mengatakan, masih akan ada beberapa redundansi wajib yang diperkirakan mengorbankan 270 pekerja, meskipun angka itu kemungkinan akan turun karena British Airways bekerja sama dengan serikat pekerja untuk mengurangi dampak penurunan trafik perjalanan.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah memperingatkan, turunnya angka perjalanan akan menambah kerugian maskapai penerbangan global lebih dari 84 miliar dolar Amerika Serikat (AS) (Rp1.230 triliun) tahun 2020. Sementara pendapatan tahun ini akan turun menjadi 419 miliar dolar AS (Rp6.159 triliun) atau turun hingga 50 persen secara tahunan.

Editor : Ranto Rajagukguk