ICP Mei 2023 Turun Jadi 70,12 Dolar AS per Barel, Ini Penyebabnya
"Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh Crude throughput China mengalami titik terendah dalam 4 bulan terakhir, di mana kilang offline mencapai 1,2 juta barel per hari. Impor China bulan April 2023 turun 16,2 persen menjadi 10,36 juta barel per hari dibandingkan Maret 2023," tuturnya.
Faktor lain yang menyebabkan penurunan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik adalah Manufacturing Purchasing Manager Index (PMI) China di bulan April 2023 turun menjadi 49,2 dibandingkan Maret 2023 sebesar 51,9. Kemudian, penurunan impor Korea hingga 2,6 juta bph pada bulan April 2023.
"Di samping itu, juga terdapat penurunan permintaan minyak di Jepang sepanjang bulan Mei 2023, yang dipicu oleh beberapa kilang mengalami shutdown," katanya.
Sebagai informasi, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Mei 2023 dibandingkan bulan April 2023 mengalami penurunan sebagai berikut:
1. Dated Brent turun sebesar 9,38 dolar AS/bbl dari 84,94dolar AS/bbl menjadi 75,55 dolar AS/bbl.
2. WTI (Nymex) turun sebesar 7,82 dolar AS/bbl dari 79,44 dolar AS/bbl menjadi 71,62 dolar AS/bbl.
3. Brent (ICE) turun sebesar 7,67 dolar AS/bbl dari 83,37 dolar AS/bbl menjadi 75,69 dolar AS/bbl.
4. Basket OPEC turun sebesar 8,19 dolar AS/bbl dari 84,13 dolar AS/bbl menjadi 75,94 dolar AS/bbl.
5. Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar 9,22 dolar AS/bbl dari 79,34 dolar AS/bbl menjadi 70,12 dolar AS/bbl.
Editor: Aditya Pratama