Ikea Sewakan Apartemen Mungil Seharga Rp12.500 per Bulan

Suparjo Ramalan · Sabtu, 27 November 2021 - 10:30:00 WIB
Ikea Sewakan Apartemen Mungil Seharga Rp12.500 per Bulan
Ikea sewakan apartemen mungil seharga Rp12.500 per bulan. Foto: CNN

TOKYO, iNews.id - Retail asal Swedia, Ikea akan menyewakan apartemen mungil dengan biaya hanya 99 yen atau sekitar Rp12.500 per bulan. Apartemen itu berlokasi di distrik Shinjuku. 

Namun apartemen seluas 10 meter persegi itu hanya tersedia satu unit, yang akan dilengkapi dengan furnitur dan aksesori Ikea. Perusahaan menerima aplikasi dari calon penyewa, yang harus berusia di atas 20 tahun, hingga akhir tahun ini. 

Apartemen tersebut akan disewakan dengan masa sewa hingga 15 Januari 2023. Adapun penyewa harus membayar tagihan utilitas mereka sendiri. Soal ukuran apartemen itu memang tidak besar, namun Ikea menyebut, mereka telah bekerja keras untuk memanfaatkan area yang tersedia. 

"Salah satu kuncinya adalah memanfaatkan ruang vertikal dengan baik," tulis perusahaan di situs webnya, dikutip dari CNN Business, Sabtu (27/11/2021). 

Tokyo adalah salah satu kota terpadat di dunia, sehingga mendorong tren apartemen mini. Menurut Pemerintah Metropolitan Tokyo, Tokyo adalah rumah bagi lebih dari 14 juta orang.

Sementara itu, Ikea mempromosikan apartemen mungilnya dengan bantuan seekor hiu bernama Blahaj, yang ditampilkan dalam serangkaian video promosi yang dipublikasikan di YouTube. Karakter Blahaj menggambarkan agen real estat yang berspesialisasi dalam ruang kecil. 

Dalam video klip tersebut, Blahaj memaparkan visinya untuk apartemen mungil dengan bantuan anggota tim desain interior Ikea. Ini bukan pertama kalinya Ikea terlibat di bidang properti.

Perusahaan tersebut memiliki usaha patungan, BoKlok, dengan perusahaan konstruksi Swedia Skanska, yang telah membangun rumah modular dengan harga terjangkau di Swedia, Finlandia, dan Norwegia. 

Pada 2019, BoKlok meluncurkan model rumah baru untuk pasien demensia, yang dirancang untuk membantu mereka terus tinggal di rumah. Perubahan desain termasuk mengeluarkan cermin dari kamar mandi dan memasang peralatan dapur dengan kenop kuno, bukan kontrol digital. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: