Imbas Covid-19, Air France-KLM Group Merugi Rp45,4 Triliun

Djairan ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 16:05 WIB
Imbas Covid-19, Air France-KLM Group Merugi Rp45,4 Triliun

Pesawat Air France. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Perusahaan induk maskapai Prancis-Belanda Air France-KLM Group mengumumkan kerugian kuartal II 2020 sebesar 2,6 miliar euro (Rp45,4 triliun). Kondisi tersebut akibat penurunan trafik penerbangan selama pandemi Covid-19 yang juga memaksa perusahaan mengurangi sebagian karyawan.

Tingkat aktivitas mendekati nol pada April-Mei 2020 dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, ada sedikit kenaikan hanya 8 persen pada bulan Juni, ketika pemerintah setempat secara progresif melonggarkan aturan lockdown.

"Hasil kuartal kedua tahun ini menunjukkan dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis Covid-19 pada aktivitas Air France-KLM Group, dan juga semua maskapai di seluruh dunia,” ujar CEO Air France-KLM Group Benjamin Smith dikutip dari Channel News Asia Jumat (31/7/2020).

Smith menyebut, dukungan luar biasa dari pemerintah Prancis dan Belanda telah memberikan Air France-KLM likuiditas yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis, dan memastikan pemulihan bertahap dalam bisnis ke depannya. Hal itu juga disertai dengan langkah-langkah pemotongan biaya beban perusahaan.

Anak perusahaan dari grup tersebut, Air France, sebelumnya telah mendapatkan 7 miliar euro (Rp121,81 triliun) dalam bentuk pinjaman dari pemerintah Prancis, bersamaan dengan 4 miliar euro (Rp69,61 rupiah) dalam bantuan dari pemerintah Belanda.

Sedangkan maskapai Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, yang juga merupakan bagian dari Air France-KLM Group pada bulan lalu mendapat dana talangan 3,4 miliar euro (Rp59,19 triliun) dari Pemerintah Belanda. KLM dan Air France adalah dua di antara sejumlah maskapai Eropa yang diberi dukungan negara untuk melewati pandemi Covid-19.

Editor : Ranto Rajagukguk