Imbas Covid-19, Masyarakat Cenderung Jual Emas Perhiasan Ketimbang Membeli

Fadel Prayoga ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 15:20 WIB
Imbas Covid-19, Masyarakat Cenderung Jual Emas Perhiasan Ketimbang Membeli

Pedagang emas turut mengalami dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Pedagang emas turut mengalami dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Tak tanggung-tanggung, penurunan penjualan emas jenis perhiasan mencapai 50 persen sebelum pandemi menyerang wilayah Tanah Air. 

"Berkurang banyak (omzetnya). Kira-kira 50 persen," kata Sri pedagang emas di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2020). 

Menurut dia, penurunan itu lantaran masyarakat memilih menyimpan uangnya untuk biaya kesehatan di tengah pandemi yang tak jelas akan berakhir kapan. 

"Minat masyarakat berkurang, daya beli berkurang. Banyak yang lagi sulit," ujarnya. 

Selain itu, lanjut dia, penyebab penurunan itu juga karena kenaikan harga emas yang terhitung cukup signifikan. Pada awal tahun harganya masih di kisaran Rp450.000, kini sudah Rp 600.000 per gramnya. 

"Perhiasan dulu awal tahun Rp450.000, sekarang udah Rp600.000," katanya.

Dia mengatakan, pola hidup masyarakat kini berubah cukup besar. Dari yang semula kerap membelanjakan uang untuk kebutuhan konsumtif, kini perilaku itu cenderung ditinggalkan. 

"Banyak yang jual emas kembali dalam sebulan ini," kata salah satu pedagang emas, Sri.

Menurut dia, fenomena penjualan perhiasan emas itu lantaran masyarakat memilih menyimpan uangnya untuk biaya kesehatan di tengah pandemi yang tak jelas akan berakhir kapan. 

"Minat masyarakat berkurang, daya beli berkurang. Banyak yang lagi sulit," ujarnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk