Imbas PPKM Level 4, APPSI: Pedagang Kebutuhan Sekunder Hanya Jadi Penonton

Michelle Natalia ยท Kamis, 29 Juli 2021 - 21:27:00 WIB
Imbas PPKM Level 4, APPSI: Pedagang Kebutuhan Sekunder Hanya Jadi Penonton
Pedagang pakaian di Pasar Tanah Abang. Foto: Iqbal Dwi P

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, kondisi pedagang pasar sangat memprihatinkan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Ini terutama dialami oleh pedagang pasar yang menjual kebutuhan sekunder seperti garmen, tekstil, aksesori.

"Kalau pedagang kebutuhan harian, seperti kebutuhan dapur masih ada yang beli meski sedikit, sementara pedagang kebutuhan sekunder hanya bisa jadi penonton," kata Ngadiran kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis(29/7/2021). 

Dia menuturkan, pendapatan pedagang sudah menurun drastis. Apalagi, pembeli di pasar tradisional mayoritas berasal dari masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. 

"Yang memprihatinkan dalam kondisi saat ini, daya beli drop tetapi pembayaran retribusi harus berjalan. Kalau tidak bayar atau menunggak, tokonya diancam disegel hingga dibatalkan hak pakainya," ujarnya.

Dia mencontohkan, pedagang-pedagang di Pasar Tanah Abang yang memasang spanduk meminta pembebasan bayar retribusi. Bahkan, toko-toko pun sudah banyak yang kosong dan tutup, meski buka tapi jarang atau tak ada pembelinya. 

"Kita ke pasar belum tentu dapat pelaris, yang pasti keluar ongkos dan bayar parkir di pasar tradisional sekarang mahal sekali, dibandingkan mal lebih murah di mal. Itu dampak aturan baru perparkiran di pasar tradisional yang dikelola oleh swasta," tutur Ngadiran. 

Bahkan akibat kondisi seperti ini, dia mengungkapkan, banyak pedagang yang sulit melunasi utangnya ke koperasi pasar karena tidak ada pemasukan. 

"Saya sebagai ketua Koperasi Pasar (Koppas) sangat merasakan, anggota atau pedagang yang utang sudah tidak bisa bayar karena makan saja sudah sulit, sementara Koperasi Pasar pun utangnya dari bank," ucap dia.

Editor : Jujuk Ernawati