Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ESDM Atur Ulang Kuota Impor BBM SPBU Swasta 2026, Begini Skemanya  
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Sulit Penuhi Target Energi Bersih, Penyebabnya Regulasi hingga Harga

Rabu, 03 Juni 2020 - 20:20:00 WIB
Indonesia Sulit Penuhi Target Energi Bersih, Penyebabnya Regulasi hingga Harga
Geotermal. (Foto: ilustrasi/Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia memiliki tantangan berat untuk mewujudkan target energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. Penyebabnya dinilai masih seputar regulasi hingga harga yang belum ekonomis.

Abadi Poernomo, President of Indonesian Geothermal Association (Inaga) menyebut, pemerintah bersama DPR perlu membentuk regulasi yang lebih kuat sebagai dorongan untuk memenuhi target EBT.

"Saya berharap supaya UU EBT bisa segera menjadi prioritas. Lihat sekarang, bagaimana tidak sustain-nya regulasi kita, sudah berapa peraturan menteri (permen) yang terbit setiap tahun untuk pembangkit listrik EBT, ini kalau investor mau masuk jadi bingung, mana yang mau diikuti," katanya saat diskusi virtual, Rabu (3/6/2020).

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2015-2019 itu menilai, pandemi Covid-19 membuat upaya memenuhi target tersebut semakin sulit. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi tengah tertekan dan upaya untuk menggenjot EBT makin berat.

Staf Ahli Menteri ESDM, Sampe L Purba mengatakan, target penggunaan EBT hingga 23 persen dari total energi membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Pandemi Covid-19 semakin mempersulit upaya mencapai target itu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut