Industri Penerbangan Terpuruk, 15 Bandara AP I Hanya Layani 3,8 Juta Turis Asing di 2021

azhfar muhammad ยท Selasa, 05 April 2022 - 15:24:00 WIB
Industri Penerbangan Terpuruk, 15 Bandara AP I  Hanya Layani 3,8 Juta Turis Asing di 2021
Direktur Utama (Dirut) AP I, Faik Fahmi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Industri penerbangan terpuruk akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 dan belum sepenuhnya pulih. Hal itu, membuat 15 bandara yang dikelola AP I hanya melayani 3,8 juta penumpang pesawat internasional atau turis asing pada 2021. 

Pernyataan itu, disampaikan Direktur Utama (Dirut) AP I, Faik Fahmi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR, Selasa (5/4/2022). Menurutnya, terpuruknya industri penerbangan membawa pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. 

Faik Fahmi menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19, rata-rata penumpang pesawat udara yang dilayani 15 bandara AP I per tahun mencapai 89 Juta orang. Pada 2018, 15 bandara AP I bahkan melayani 95 juta penupang. 

“Jadi kalau kita lihat, di tahun 2019 kita layani sekitar 89 juta penumpang, sebelumnya di 2018 kita melayani sekitar 95 juta penumpang. Nah kalau dilihat dari grafik ini memang terpuruk di tahun 2020 mulai bulan Maret,” kata Faik Fahmi. 

Dia menjelaskan, penurunan signifikan terutama dipicu larangan masuknya penerbangan internasional komersial secara langsung mulai April 2020. Hal itu, menyebabkan hampir tidak ada penumpang internasional di bandara AP I. 

“Kita mengelola 15 bandara  dan turis asing banyak melalui Bali. Jadi sebagai gambaran dalam kondisi normal jumlah penumpangnya pertahun sekitar 24 juta dan dengan keadaan kondisi covid kemarin  2020-2021 rata rata kita hanya layani 3,8 Juta,” tutur Faik Fahmi. 

Dia mengungkapkan, bangkitnya industri penerbangan akan tergantung kebijakan dari pwmerintah jika diperlonggar maka akan meningkat dan jika di ketarkan lagi akan menurut.

“Sangat relatif dan terkait, jika kasus covid naik maka regulasi penumpang menurun namun hal positif di tauun 2022 kita sampaikan sudah semakin membaik khususnya paca telah dihapusnya antigen dan pcr bagi yang sudah booster,” ujar Faik Fahmi. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda