Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Sidak Pakaian Impor Ilegal di Cikarang, Ultimatum Importir Thrifting
Advertisement . Scroll to see content

Industri Tekstil di Boyolali Kekurangan Ribuan Pekerja

Senin, 12 Maret 2018 - 17:32:00 WIB
Industri Tekstil di Boyolali Kekurangan Ribuan Pekerja
Kegiatan pengolahan benang dan wol di Akademi Komunitas Tekstil, di Solo, Senin (12/3/2018).
Advertisement . Scroll to see content

SURAKARTA, iNews.idKementerian Perindustrian memperkirakan kebutuhan tenaga kerja di industri tekstil mencapai 3,5 juta pada tahun ini. Sejumlah sentra industri tekstil pun kekurangan tenaga kerja di tengah masih tingginya jumlah pengangguran secara nasional.

Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, sejumlah perusahaan di Jawa Tengah kesulitan mencari tenaga kerja. Salah satunya di Boyolali, Jawa Tengah.

“Di Boyolali ini cari tenaga kerja 5.000 orang saja susahnya setengah mati sehingga Kementerian Perindustrian mendorong percepatan penyiapan SDM khususnya investasi baru di sektor industri tekstil," katanya di Akademi Komunitas Tekstil Surakarta, Senin (12/3/2018).

Sigit mengatakan, kebutuhan tenaga kerja di sektor ini akan semakin besar karena pertumbuhan industri ini mulai pulih. Pada tahun-tahun sebelumnya, industri tekstil tumbuh negatif. Tetapi pada tahun ini, pemerintah menargetkan industri tekstil bisa tumbuh 3,45 persen.

"Jadi, ini merupakan suatu loncatan yang tadinya minus satu, kita mampu tumbuh 3,45 persen. Ini harus kita pertahankan dengan menyiapkan SDM seperti saat ini kita lakukan," ujarnya menambahkan. 

Ada pun terobosan yang dilakukan oleh Kemenperin untuk meningkatkan kualitas SDM yakni dengan melakukan pelatihan yang terlaksana di Pulau Jawa. Tak hanya pelatihan saja, dukungan peralatan industri tekstil yang memadai juga perlu dilakukan. 

Dengan dibutuhkannya peralatan yang memadai menggunakan sistem digitalisasi, maka revolusi industri 4.0 bisa berjalan. Apalagi menurutnya, di era teknologi seperti sekarang ini, digitalisasi menjadi salah satu syarat penting agar industri bisa kompetitif.

"Kalau SDM, ya seperti ini dilakukan training-training akademi komunitas, kita bikin di mana-mana. Di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur kita persiapkan, biar siap pakai langsung di sektor industri khususnya tekstil. Kalau dari aspek industrinya, kita sedang mencanangkan strukturisasi peralatan-peralatan tekstil yang sudah tua untuk bisa diganti dengan peralatan baru, khususnya digital yang pada saat ini mau tidak mau kita ikuti perkembangan teknologinya," tuturnya. 

Kemenperin juga menargetkan pada tahun 2019 bisa mencetak satu juta tenaga kerja vokasi industri tekstil siap pakai. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil yang diperkirakan ekspansif di tahun-tahun mendatang.

"2019 kami menargetkan 1 juta tenaga kerja siap pakai. Dari Pan Brothers saja akan ekspansi pabrik keempat, mereka belum dapat alokasi SDM. Dari akademi komunitas pun juga sangat terbatas karena yang bisa mendapatkan alokasi SDM lulusan ini, itu dibagi-bagi, rata biar enggak jomplang," ucapnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut