Infrastruktur Darurat Banjir di Sintang Ditarget Kelar Maret 2022

Iqbal Dwi Purnama · Kamis, 09 Desember 2021 - 14:36:00 WIB
Infrastruktur Darurat Banjir di Sintang Ditarget Kelar Maret 2022
Infrastruktur darurat banjir di Sintang ditarget kelar Maret 2022. Foto: Kementerian PUPR

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan infrastruktur pengendalian banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat kelar pada Maret 2022 mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir di Kabupaten Sintang terjadi akibat curah hujan tinggi. Selain itu, daerah tangkapan air (catchment area) di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai dengan penduduk padat. 

Mengantisipasi hal itu, Kementerian PUPR sudah memasang geobag yang kuat di area yang tepat, yang terdampak besar. Misalnya, pusat ekonomi kota sebagai penanganan jangka pendek.

"Saya sudah menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1 dan PT. Wijaya Karya untuk bekerja dan segera menyelesaikannya karena BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi di sekitar Januari-Februari 2022" kata dia dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko menuturkan, pembangunan tanggul akan dilakukan sepanjang 13,2 km di sepanjang wilayah alur Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang terjadi genangan. 

"Pembangunan tanggul tersebut terbagi di tiga titik/kluster, pertama sepanjang 7,3 km yang akan melindungi area Kota Sintang, selanjutnya sepanjang 3,2 km yang melindungi area Pasar Cina dan sepanjang 2,7 km yang melindungi area Keraton. Ditargetkan semua tanggul tersebut selesai Maret 2022, utamanya prioritas yang sepanjang 7,3 km," tuturnya Jarot.

Untuk penanganan jangka menengah, Jarot mengatakan, akan melakukan rehabilitasi danau-danau alami di sekitar Sungai Kapuas dan Melawi sebagai kolam retensi (retarding basin). 

"Di Sungai Kapuas ada sekitar 35 danau alami, tahun 2022 Ditjen SDA programkan 4 danau yang akan direhabilitasi melalui pengerukan sedimentasi. Akan dikerahkan 10 excavator amphibi untuk pengerukan danau," ujarnya. 

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Jarot mengungkapkan pada tahun depan akan memulai survei, investigasi dan desain (SID) pembangunan Bendungan Sungai Pinoh yang merupakan anak Sungai Melawi. 

"Ditargetkan bendungan dengan rencana kapasitas tampung 30 juta m3 sudah mulai konstruksi di tahun 2023," ucap dia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: