Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Harga BBM Pertamina 3 Maret 2026, Lengkap Pertalite hingga Pertamax
Advertisement . Scroll to see content

Ini 3 Strategi Bisnis Pertamina di 2022

Sabtu, 08 Januari 2022 - 21:28:00 WIB
Ini 3 Strategi Bisnis Pertamina di 2022
PT Pertamina (Persero) menyiapkan tiga strategi bisnis pada 2022, yaitu meningkatkan performa bisnis migas, transisi energi fosil ke EBT, dan mengembangkan EBT. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) menyiapkan tiga strategi bisnis pada 2022. Strategi tersebut di antaranya meningkatkan performa bisnis migas, transisi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT), dan mengembangkan energi baru terbarukan itu sendiri.

"Pertamina terus berbenah dan menyesuaikan organisasinya agar tetap relevan terhadap kondisi global saat ini," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dikutip dari Antara, Sabtu (8/1/2022).

Nicke menyebut, 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan, karena secara global aktivitas usaha di berbagai sektor mengalami penurunan akibat pandemi hingga transisi energi. Menurutnya, pihaknya harus tetap meningkatkan bisnis migas karena hingga saat ini permintaan terhadap komoditas ini masih tetap tinggi dan terbesar.

"Walaupun seluruh negara sudah semakin terbiasa soal transisi energi tapi faktanya konsumsi energi masih didominasi minyak dan gas," kata dia.

Dalam strategi besar energi Pemerintah, sampai dengan tahun 2050 porsi minyak dan gas bumi akan menurun hingga 20 persen, dari saat ini sebesar 32 persen. Demikian juga dengan volume permintaan migas akan meningkat hingga lima kali lipat di tahun 2050.

"Secara prosentase porsi migas akan mengalami penurunan. Namun, permintaan terhadap migas masih akan meningkat signifikan karena bertambahnya jumlah penduduk. Jadi secara volume harus tetap kita jaga," ucap Nicke.

"Jadi fokus pertama adalah mempertahankan dan mengembangkan migas karena pemerintah juga menargetkan produksi dari 700 barel menjadi 1 juta barel per hari," sambungnya.

Terkait transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan, Pertamina akan meningkatkan produksi gas yang dapat menjembatani pengalihan ke arah energi baru terbarukan. Meski begitu, tantangannya adalah bahwa gas merupakan energi yang tidak mudah didistribusikan sehingga harus mengembangkan infrastruktur.

"Distribusi gas harus melalui pipa. Jadi perlu membangun infrastruktur agar transisi energi fosil ke energi terbarukan lebih smooth," tuturnya.

Fokus ketiga Pertamina pada 2022, adalah mulai mengembangkan energi baru terbarukan itu sendiri. Pada posisi ini, Pertamina telah merealisasikan pembangkit energi panas bumi (geothermal).

"Energi panas bumi maupun sumber energi baru terbarukan lainnya harus dikembangkan dan menjadi prioritas pada tahun 2022," ujar Nicke.

Pada kesempatan itu, Nicke juga mengatakan bahwa Pertamina segera melalukan restrukturisasi enam subholding perusahaan yaitu, subholding hulu, subholding Refinery and Chemicals, subdolding Integrated Marine Logistic, subholding Commercial & Trading, subholding Power & New Renewable Energy, dan subholding Shipping.

Dengan restrukturisasi maka Pertamina dapat memastikan bahwa masing-masing subholding dapat melakukan efisiensi, meningkatkan pelayanan karena telah punya gambaran sendiri.

"Subholding harus berusaha menciptakan profit, tidak ada lagi saling subsidi. Subholding harus mempercantik diri karena telah memiliki neraca keuangan dan cashflow sendiri, sehingga harus bisa mencari profit sendiri," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut