Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BI Minta Pasar Tak Panik usai Perry Warjiyo Mundur: Kebijakan Kami Tidak Berubah
Advertisement . Scroll to see content

Ini Alasan BI Koreksi Pertumbuhan Kredit di 2017

Jumat, 17 November 2017 - 09:10:00 WIB
Ini Alasan BI Koreksi Pertumbuhan Kredit di 2017
Pengumuman hasil RDG BI yang diputuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 4,25 persen (Foto: iNews.id/Isna)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idBank Indonesia sebelumnya memprediksi pertumbuhan kredit tahun 2017 bisa mencapai 10%-12% yang akhirnya dikoreksi lebih rendah menjadi sekitar 8%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, membantah adanya pelemahan pertumbuhan kredit. Sebab, ada alasan kenapa pertumbuhan tidak terlihat naik pesat.

Menurut dia, tahun 2013 korporasi sudah melakukan ekspansi besar-besaran dibanding tahun ini. Kemudian ekonomi terkena taper tantrum sehingga melakukan pemulihan dan belum memerlukan tambahan kapasitas.

"Karena tambahan kapasitas sudah terjadi di 2013. Kelihatan makanya kenapa kredit investasi belum naik. Kalau pemulihan terus berlanjut maka nantinya akan diikuti pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja," ujarnya di Gedung Thamrin BI, Kamis 16 November 2017 malam.

BI menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) 0% yang ditetapkan setiap enam bulan. Ia mengatakan, jika ekonomi booming maka CCB akan dinaikkan.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong upaya bank dalam meningkatkan fungsi intermediasi. “Bank Indonesia bersama otoritas terkait akan terus berkoordinasi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dapat tetap terjaga guna mendukung momentum pemulihan ekonomi,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo.

Pertumbuhan kredit September 2017 tercatat 7,9% (yoy), turun dari bulan sebelumnya 8,3% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada September 2017 tercatat 11,7% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 9,6% (yoy).

Namun stabilitas sistem keuangan tetap terjaga terlihat pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,0% dan rasio likuiditas (AL/DPK) pada level 22,6% di September 2017. Pada bulan yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada pada level 2,9% (gross) atau 1,3% (net).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut