Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan bakal Tindak Tegas Pedagang yang Naikkan Harga Telur, Pastikan Stok Surplus
Advertisement . Scroll to see content

Ini Penjelasan Kemendag soal Kenaikan Harga Telur Ayam Ras di Akhir Tahun

Selasa, 28 Desember 2021 - 15:16:00 WIB
Ini Penjelasan Kemendag soal Kenaikan Harga Telur Ayam Ras di Akhir Tahun
Kenaikan harga telur ayam ras jelang akhir tahun disebabkan naiknya harga pakan jagung. Sehingga, peternak kesulitan mendapatkan harga pakan yang terjangkau. (foto: Ilustrasi/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menjelaskan penyebab kenaikan harga telur ayam ras jelang akhir tahun 2021. Harga telur ayam di pasar tradisional saat ini menembus Rp35.000 per kilogram (kg). 

Oke menuturkan, tingginya harga telur ayam ras disebabkan naiknya harga pakan jagung. Sehingga, peternak kesulitan mendapatkan harga pakan yang terjangkau.

"Ini diakibatkan tingginya harga input. Karena harga pakan terutama jagung itu tinggi. (Jagung) masih di atas harga acuan, yakni Rp4.500, masih di antara Rp5.500 hingga Rp5.700. Ini masih ketinggian dari harga acuan," ujar Oke saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (28/12/2021). 

Menurutnya, saat ini harga telur ayam ras di pasaran masih dalam adapatasi dengan kondisi harga pakan yang tinggi, terlebih permintaan juga mengalami peningkatan.

Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Oke membeberkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk telur ayam yang akan dibagikan ke masyarakat kecil. 

Selain itu, bagi peternak akan dibantu pemerintah melalui Bulog untuk mendapatkan harga pakan jagung seharga Rp4.500 per kg. 

"Pemerintah juga berupaya dalam hal ini. Kita tengah menyiapkan bansos untuk masyarakat kecil. Para peternak juga akan dibantu pemerintah. Kita melalui Bulog akan bantu peternak dapat jagung hingga 30.000 ton," kata dia.

Oke menyebut, penyebab permintaan telur ayam ras diakibatkan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat, terlebih saat Natal 2021 dan menjelang Tahun Baru 2022. 

Selain itu, pada saat PPKM Darurat harga telur ayam juga pernah menyentuh Rp14.000 per kg, sehingga membuat harga terkontraksi sampai empat bulan. 

"Adanya pelonggaran PPKM saat Nataru juga mendorong tingginya permintaan. Apalagi nanti akan ada bansos pemerintah, sehingga menggenjot sentral-sentral produksi kesulitan memenuhi permintaan karena sempat mengalami depopulasi," ucapnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut