Invasi ke Ukraina Tak Kunjung Usai, Rusia Diprediksi Kehilangan 2 Juta Pekerjaan Tahun Ini

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 17 Mei 2022 - 18:01:00 WIB
Invasi ke Ukraina Tak Kunjung Usai, Rusia Diprediksi Kehilangan 2 Juta Pekerjaan Tahun Ini
McDonald's, perusahaan makanan cepat saji asal Amerika Serikat, telah mengumumkan akan menjual 850 restoran di Rusia dan meninggalkan negara itu. (Foto: dok iNews)

MOSKOW, iNews.id - Invasi Rusia ke Ukraina yang tak kunjung usai, membuat negara itu diprediksi akan kehilangan 2 juta pekerjaan di tahun ini. Hal itu disebabkan banyak perusahaan asing akan menutup secara resmi operasional mereka di Rusia, mulai Mei 2022. 

McDonald's, perusahaan makanan cepat saji Amerika Serikat (AS), telah mengumumkan akan menjual 850 restoran yang mempekerjakan 62.000 karyawan. Manajemen McDonalds's menyataka akan terus membayar gaji karyawan sampai gerai dijual ke pembeli lokal. 

Groupe Renault, produsen mobil multinasional Prancis, yang mempekerjakan 45.000 karyawan di Rusia akan menghentikan produksi, juga menutup pabrik dan perusahaan. 

Ikea, peritel perabot rumah tangga asal Swedia, telah menutup gerai dan merumahkan 15.000 karyawan. Manajemen Ikea mengumumkan akan membayar gaji para karyawan hingga Agustus 2022.

Siemens, perusahaan manufaktur asal Jerman, telah memutuskan meninggalkan Rusia pada pertengahan Mei 2022 dan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan 3.000 karyawan. 

Survei analis Bloomberg pada April 2022, menunjukkan tingkat pengangguran Rusia, yang berada di sekitar 4,6 persen pada kuartal pertama 2022, kemungkinan akan naik menjadi 9 persen pada akhir 2022. 

Dijelaskan, tingginya tingkat pengangguran di Rusia sangat terkait dengan Sanksi Barat ke Rusia yang secara tidak langsung mengancam kelangsungan perusahaan internasional maupun domestik di Rusia. 

Pada awal Maret 2022, pejabat Rusia menyatakan status pekerjaan untuk 95.000 karyawan bergeser ke "siaga", posisi berbahaya yang mirip dengan cuti berbayar. Hal itu, semakin menambah jumlah angka pengangguran, mengingat pada Februari 2022, sebanyak 3 juta orang Rusia menganggur. 

Laporan Pusat Penelitian Strategis menyatakan lebih dari 2 juta pekerjaan berisiko tahun ini dan menyarankan pemerintah Rusia untuk mengambil alih sejumlah perusahaan yang bersifat produktif.

Disebutkan, pabrik mobil Renault di Moskow, akan tetap dibuka oleh pemerintah, yang telah menasionalisasikannya dan berencana menggunakannya untuk memproduksi Moskvitch, mobil kotak era Uni Soviet. 

“Kami tidak bisa membiarkan ribuan pekerja tanpa pekerjaan. Kami akan mencoba untuk membuat sebagian besar tim bekerja langsung di pabrik dan rekanannya,”  kata Walikota Miskow, Sergei Sobyanin. 

Selain ancaman pertambahan pengangguran, dampak sanksi Barat ke Rusia juga menyebabkan inflasi tahun-ke-tahun Rusia melonjak hingga hampir 18 persen pada bulan April. Dokumen Kementerian Keuangan Rusia yang bocor memperkirakan PDB akan menyusut 12 persen tahun ini, menghapus satu dekade penuh pertumbuhan ekonomi negara itu.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda