Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Industri Terpadu Lebak Akan Didorong Seperti di Batang

Rina Anggraeni ยท Minggu, 09 Mei 2021 - 15:28:00 WIB
Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Industri Terpadu Lebak Akan Didorong Seperti di Batang
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA, iNews.id - Kabupaten Lebak akan didorong menjadi pusat perkembangan ekonomi baru di Provinsi Banten. Karena itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan membuat masterplan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Lebak dan mendorongnya menjadi seperti di KIT Batang

Menurt Bahlil, sama seperti di wilayah Kabupaten Batang dengan unggulan KIT Batang, Kabupaten Lebak juga memiliki potensi yang sama. Terdapat tanah seluas 3.000 hektare (Ha) di Kawasan Industri Cileles yang ‘clean and clear’, sehingga siap dikembangkan untuk menarik investor. Lokasi tersebut terletak 300 meter dari rencana pintu tol Cileles dan 6 kilometer (km) dari rencana pintu tol Bojong.

"Kehadiran saya di sini seperti pulang ke kampung sendiri. Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dapat membuka kawasan-kawasan ekonomi baru. Konektivitas antara Jakarta-Cilegon-Rangkasbitung di wilayah Banten ini. Adanya kawasan industri di sini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah Lebak, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberdayakan pelaku usaha sekitar," ujar Bahlil, Minggu (9/5/2021).

Bahlil tidak hanya memiliki kewajiban untuk memfasilitasi investor yang akan berusaha di Indonesia, namun juga mendorong infrastruktur dan fasilitas pendukung investasi. Banyaknya kawasan industri di Indonesia akan menambah pilihan bagi investor, serta meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara lain. 

“Kami akan buat masterplan pengembangan Kawasan Industri Terpadu di Lebak. Akan didorong seperti KIT Batang. Akses dekat pintu tol Bojong (Serang-Panimbang Fase 2) selesai 2023," ungkap dia.

Bahlil menambahkan, peluang pengembangan proyek percontohan perikanan, terutama ikan patin, menggunakan teknologi. Konsepnya akan memberdayakan masyarakat sekitar dengan sistem plasma inti. Lahan yang tersedia sebesar 13 hektare.

Provinsi Banten berada pada peringkat keempat lokasi tujuan investasi terbesar pada triwulan I 2021 dengan nilai investasi Rp14,8 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,0 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp7,8 triliun. 

Sepanjang periode 2016 hingga triwulan I 2021, realisasi investasi di Kabupaten Lebak sebesar Rp7,5 triliun. Nilai ini berada pada posisi 7 dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten. Tiga besar realisasi investasi di Provinsi Banten berada di Kabupaten Tangerang (Rp87,27 triliun); Kota Cilegon (Rp84,33 triliun); dan Kabupaten Serang (Rp37,99). 

Editor : Jujuk Ernawati