Jadi Sumber Air Baku IKN Nusantara, Begini Progres Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi

Iqbal Dwi Purnama ยท Sabtu, 19 Februari 2022 - 19:42:00 WIB
 Jadi Sumber Air Baku IKN Nusantara, Begini Progres Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi
Proyek pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur telah mencapai 37 persen. (Foto: dok Kementerian PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Bendungan tersebut, akan menjadi sumber air baku dan pengendalian banjir di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kaltim. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan bendungan yang terletak di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim ini, ditargetkan sudah dapat diisi air (impounding) pada pertengahan 2023. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 37 persen.

Dia menjelaskan, pembangunan bendungan yang memiliki luas genangan 280 hekteare dan kapasitas tampung 10,6 juta m3 ini, sebenarnya sudah cukup lama direncanakan. 

Namun dengan adanya IKN Nusantara, pembangunannya dioptimalkan untuk penyediaan air baku berkapasitas 2.500 liter/detik dan mereduksi banjir sebesar 55 persen.

"Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi,  penyediaan air baku IKN akan tercukupi hingga 2030. Ke depan akan ditambah dengan pembangunan Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu, sementara untuk pengendalian banjir di IKN jaringan drainase-nya sedang kita desain untuk segera dikerjakan," ujar Menteri Basuki, dalam kunjungan kerja ke Bendungan Sepaku Semoi, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Sabtu (19/2/2022). 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) berfoto bersama Ketua DPR, Puan Maharani (keempat kanan), saat kunjungan kerja ke Bendungan Sepaku Semoi, di Kalimantan Timur. (Foto: dok Kementerian PUPR)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) berfoto bersama Ketua DPR, Puan Maharani (keempat kanan), saat kunjungan kerja ke Bendungan Sepaku Semoi, di Kalimantan Timur. (Foto: dok Kementerian PUPR)

Basuki mengungkapkan, untuk Bendungan Batu Lepek memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter/detik dan telah dilaksanakan studi kelayakan pada 2020. Sementara studi kelayakan Bendungan Selamayu telah dilakukan pada 2021 dengan potensi air baku sebesar 3.950 liter/detik.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Harya Muldianto, mengatakan progres konstruksi Bendungan Sepaku Semoi telah mencapai 37 persen hingga pertengahan Februari 2022, meliputi pekerjaan penyiapan bangunan pelimpah, bangunan pengelak, dan  tubuh bendungan meliputi main caver dam.

"Sesuai kontrak bendungan ini ditargetkan selesai akhir tahun 2023, namun akan kami percepat pertengahan 2023 sudah impounding (pengisian awal), tetapi fisiknya awal 2023 sudah selesai," ujar Harya Muldianto. 

Dia mengatakan, pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak hingga tahun 2023 senilai Rp556 miliar dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya- PT Sacna- dan PT. BRP (KSO). 

Di Provinsi Kaltim sendiri sudah terdapat 6 tampungan air yang dimanfaatkan untuk tampungan air, yakni Bendungan Manggar di Balikpapan (kapasitas tampung 14,2 juta m3), Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta m3), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta m3), Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta m3), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta m3), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta m3).

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda