Jadwal Operasi Bergeser, Biaya Proyek LRT Jabodebek Membengkak Rp2,6 Triliun

Iqbal Dwi Purnama ยท Rabu, 19 Januari 2022 - 12:36:00 WIB
 Jadwal Operasi Bergeser, Biaya Proyek LRT Jabodebek Membengkak Rp2,6 Triliun
Kereta Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek yang ditargetkanberoperasi secara komersial pada Agustus 2022.

JAKARTA, iNews.id - Biaya proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek membengkak Rp2,6 triliun akibat bergesernya jadwal operasi atau Comercial Operation Date (COD).

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, mengatakan COD LRT Jabodebek yang awalnya ditargetkan pada Juli 2022 diundur menjadi Agustus 2022. 

Hal itu, berdampak pada kenaikan tarif dasar, sehingga terjadi pembengkakan biaya Proyek LRT. Tarif dasar LRT Jabodebek yang ditetapkan pada 2019 sebesar Rp12.000. Sedangkan jika beroperasi pada Agustus 2022, tarifnya naik Rp3.000 menjadi Rp15.000.

Didiek menjelaskan keterlambatan jadwal beroperasi LRT Jabodebek disebabkan pandemi Covid-19, dan juga permasalahan lahan di Depo Bekasi Timur. 

"Sehingga yang rencananya COD pada Juli 2022 menjadi Agustus 2022 dan total investasi menjadi Rp32,5 triliun, sementara tarif dasar juga naik," ujar Didiek dalam diskusi publik Persiapan Operasional LRT Jabodebek secara virtual, Rabu (19/1/2022).

Didiek menjelaskan, pembengkakan biaya tersebut juga tidak dapat ditanggung oleh pinjaman sindikasi. Hal ini menjadi tanggungan PT KAI.

Dia menuturkan, pada 2020 hingga 2021, PT KAI mengalami tekanan pandemi covid 19 yang berdampak pada kerugian di tahun-tahun tersebut.

"Namun PT KAI akhirnya mendapat dukungan pemerintah yang salah satunya dalam bentuk dukungan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp2,6 triliun," ungkap Didiek.

Dengan bantuan PMN tersebut diharapkan Proyek LRT Jabodebek dapat dirampungkan dan dioperasikan pada 2022.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: