Jelang Tahun Baru, Dirut Pertamina Pantau Ketersediaan BBM dan LPG di Seluruh Indonesia
"Saya ingin ucapkan banyak terima kasih atas semua kerja keras rekan-rekan semua yang jaga pasokan. Tadi sudah ada laporan semua dari hulu, hilir, kilang, kapal dan geothermal. Situasi saat ini masih pandemi, tapi ekonomi mulai menggeliat. Untuk itu, kita tetap jaga protokol kesehatan, tetapi aktifitas usaha tetap harus lebih keras lagi," ujar Nicke.
Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono yang juga selaku penanggung jawab Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pertamina mengatakan, tim Satgas Nataru selalu melakukan pemantauan setiap hari dan dilaporkan kondisi di lapangan terjaga. Tim Satgas Nataru juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.
"Ternyata yang dilaporkan kawan-kawan di unit itu betul semua kondisinya sangat aman. Saya meninjau depo dan SPBU, semua kondisi aman, dan petugas bekerja dengan baik sehingga tidak ada antrean panjang di lokasi," kata Mulyono.
Menurut dia, Pertamina telah melakukan pengamanan stok di seluruh rantai distribusi BBM mulai dari kilang hingga TBBM dan SPBU yang siaga 24 jam.
Untuk ketahanan stok BBM nasional jenis gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite dan Premium) tercatat berada di atas 20 hari.
Sementara ketahanan stok jenis gasoil (Solar, Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) berada di atas 18 hari. Adapun ketahanan stok Avtur mencapai 36 hari.
Mulyono menjelaskan, kesiagaan Satgas Nataru di seluruh wilayah Indonesia juga untuk mengantisipasi permintaan BBM yang diperkirakan naik dari rerata normal sebesar 6 persen untuk gasoline dan gasoil naik sebesar 1,4 persen.