Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Timothy Ronald, Pendiri Akademi Crypto yang Dipolisikan
Advertisement . Scroll to see content

Jokowi Bertemu Para CEO Perusahaan Terkemuka di Australia, Ajak Investasi di Sektor Prioritas

Selasa, 04 Juli 2023 - 10:17:00 WIB
Jokowi Bertemu Para CEO Perusahaan Terkemuka di Australia, Ajak Investasi di Sektor Prioritas
Presiden Jokowi bertemu CEO perusahaan terkemuka di Australia, ajak investasi di sektor prioritas. Foto: BPMI Setpres
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pimpinan perusahaan terkemuka di Hotel Shangri-La di Sydney, Australia hari ini, Selasa (4/7/2023). Adapun fokus kunjungannya ke Australia adalah penguatan kerja sama ekonomi.

“Kunjungan saya ke Australia kali ini akan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi, di mana Anda semua akan jadi bagian penting di dalamnya,” kata Jokowi dalam keterangannya, Selasa (4/7/2023).

Di hadapan para CEO perusahaan Australia, Jokowi mengatakan, Indonesia merupakan mitra terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dia mengungkapkan, ada sejumlah sektor prioritas yang potensial bagi para investor.

"Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga," ujarnya.

Adapun sektor prioritas pertama, yakni dalam bidang hilirisasi industri. Dia menuturkan bahwa Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik. 

"Indonesia sudah targetkan untuk mulai produksi baterai EV tahun depan, serta produksi 1 juta mobil listrik dan 3,2 juta motor listrik di tahun 2035," ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara menyebut Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam sektor energi hijau. Indonesia memiliki potensi mencapai 434 gigawatt dalam bidang energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya.

"(Saat ini) tengah dibangun 30.000 hektare green industrial park," ucapnya. 

Jokowi juga menuturkan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam mulai dilakukan. Menurutnya, peluang investasi pada beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi para investor. 

"Nilai investasinya capai 25 miliar dolar AS yang sangat terbuka, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya," kata dia.

Jokowi meyakini pada sektor pendidikan dan kesehatan, potensi investasi bagi para investor juga sangat tinggi. 

"Jumlah penerimaan mahasiswa, meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya. Hampir 2 juta orang Indonesia, masih pergi berobat di luar negeri. Sebuah peluang besar bagi investasi di bidang ini," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic menyampaikan, kerja sama Indonesia dan Australia masih dapat ditingkatkan.

“Kita dapat mengerjakan lebih banyak kerja sama untuk meningkatkan penguatan ekonomi bagi kedua negara, termasuk juga peningkatan hubungan people to people," ujar Ed Husic.

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, rombongan pengusaha Australia akan ke Indonesia pada September mendatang.

“Ini peluang kita untuk melakukan kerjasama dan meningkatkan investasi Australia di Indonesia,” ujar Arsjad.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut