Jokowi Minta Direksi BPJS Ketenagakerjaan Kelola Dana dengan Sangat Hati-hati

Raka Dwi Novianto ยท Jumat, 07 Oktober 2022 - 14:24:00 WIB
Jokowi Minta Direksi BPJS Ketenagakerjaan Kelola Dana dengan Sangat Hati-hati
Presiden Jokowi minta direksi BPJS Ketenagakerjaan kelola dana dengan sangat hati-hati. Foto: Sekretariat Presiden

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran direksi BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana besar dengan baik dan sangat hati-hati. Hal itu disampaikan saat direksi BPJS Ketenagakerjaan berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta hari ini. 

"Bapak Presiden tadi titip dana yang besar ini dikelola dengan sangat baik dan hati-hati," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, Jumat (7/10/2022).

Dia menuturkan, dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan saat ini mencapai Rp607 triliun. Dari jumlah itu, 89 persen diinvestasikan ke government related investment, dengan 65 persen ditempatkan di Surat Berharga Negara (SBN). 

"Tentu saja untuk memastikan bahwa dana tersebut bisa aman dan saat dibutuhkan nantinya tetap ada dananya," ujar dia.

Direksi BPJS Ketenagakerjaan juga melaporkan kinerja yang dicapainya selama 19 bulan sejak dilantik Presiden Jokowi pada 22 Februari 2021 lalu. Salah satunya, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang meningkat menjadi 35 juta dari 28 juta peserta. Anggoro pun menargetkan jumlah peserta akan meningkat dua kali lipat dalam 5 tahun ke depan.

"Kami menargetkan dalam 5 tahun tumbuh 2 kali lipat menjadi 70 juta," ucapnya.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah melakukan digitalisasi layanan melalui Jamsostek Mobile sesuai arahan Presiden Jokowi. Hal itu dilakukan untuk memberikan kecepatan layanan dan meningkatkan kepuasan peserta.

"Kami menyampaikan bahwa kami telah melaksanakan digitalisasi dalam layanan, sehingga kalau dulu peserta itu klaim butuh waktu 10-15 hari, saat ini klaim hanya 15 menit dengan Jamsostek Mobile," tutur Anggoro.

Direksi juga menyampaikan mengenai perkembangan data penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Anggoro membeberkan, BPJS Ketenagakerjaan telah mengirimkan data penerima BSU ke Kementerian Ketenagakerjaan hingga tahap 4, dan tahap 5 akan dikirim dalam waktu dekat.

"Totalnya 14 juta data BSU kita kirimkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk divalidasi," kata dia.

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda